last smile

last smile

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 17, 2017
Aku hanya bisa diam merenung ditepi dermaga seolah ingin mengakhiri hidupku mengingat engkau telah tiada, kuingat saat kita bertatap wajah kumengamatimu dari luar kuingin merasakan sentuhan mu tapi kita dibatasi dinding kaca tebal. Kau terinfeksi penyakit mematikan dan tak satupun yg boleh menyentuhmu, padahal kita dulu adalah penemu yang berambisi menciptakan obat untuk anak anak. Mencoba menyembuhkan dunia ini kau sering bergumam sambil menangis mengatakan tak ada lagi yang dapat kau lakukan akupunjuga. Berbicara lewat dinding kaca tanpa menyentuh satu sama lain lebih sakit dari irisan kaca tetapi, tanpa diragukan kita berada dalam satu kontak. Kita menghabiskan waktu kita dengan senyuman, Hingga saat terakhirmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • protect him (renjun ft. Ning Ning)
  • Where am I?
  • cinta untuk sang nona
  • i love komandan S1-♡
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Dusk In Your Eyes
  • MAS !
  • Di Balik Bayang Asa

🚫Disclaimer‼️ pure fiksi, tolong bijak dalam membaca, apa yang ada di cerita hanya kembali di cerita tanpa melibatkan kehidupan nyata. ----------------------------------------------------------------------- Jika aku telah di pertemukan oleh takdir terbaik-Mu jadikanlah hati ini menyukai takdir itu. Tanpa mempertanyakan 'mengapa?' kepada engkau. Aku ingin tersenyum dalam deraian air mata. Mempersilahkan hatiku dan berkata kepada ruh dan jasad ku "InshaAllah ini adalah episode bahagia di hidupmu drey" Dan dalam kemungkinan tersebut sebagai seseorang yang pernah mencintai dengan hebat. Izinkan aku dicintai lebih hebat lagi yang hadir satu persatu disetiap harinya. Sepanjang putaran bumi sampai ke surga. -Audrey Natashia Djojohadikusumo Aku yakin bukan hanya aku yang tepersona akan keindahan mu yang selalu meneduhkan kalbu kala tak sengaja dua bola mata melihat segala tingkah laku mu... Sebegitu mudah dirimu membuat aku tergila-gila hingga meminta dan merayu Tuhan untuk terus menjaga raga serta rupa seorang wanita yang begitu ku damba dalam waktu yang lama. Aku yakin banyak manusia yang kagum akan pesona mu yang selalu membawa aura positif dalam hari-hari yang sukar untuk ditebak, aku juga termasuk kedalam orang-orang yang mengagumi mu dengan menahan berat jutaan rindu saat mata kita tak dapat bertemu dan hanya doa yang menjembatani kata yang tak pernah kamu dengar secara langsung ketika aku terus bercerita tentang dirimu pada Tuhan yang maha cinta. Memang aku terlihat meromantisasi semua tentang mu dengan penuh kata cinta tanpa ada duka lara sehingga dunia hanya tau bahwa kamu selalu sempurna dalam pandangan ku. -Teddy Indra Wijaya

More details
WpActionLinkContent Guidelines