No Reason to Stay

No Reason to Stay

  • WpView
    Reads 56,732
  • WpVote
    Votes 4,289
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
Kata orang banyak, cinta sejati itu adalah cinta yang berasal dari persahabatan. Persahabatan itu hancur hanya dalam satu malam! Caroline Regina Purnama-Oline dan Axel Aditama Putra-Axel terpaksa menikah karena kesalahan satu malam di club malam. Kesucian Oline yang merupakan sahabat Axel sendiri terenggut olehnya dan Axel yang merasa harus bertanggung jawab akhirnya menikahi sahabatnya sendiri. Disisi lain, pernikahan ini merupakan kebahagiaan Oline karena dia selama ini memendam rasa pada Axel secara rahasia tapi Oline juga merasa bersalah karena dia tahu bahwa cinta sejati Axel adalah Erina yang juga sahabat Oline. Oline tahu dia adalah orang ketiga diantara cinta Axel dan Erina, tapi Axel juga berusaha membahagiakan Oline dengan berperan sebagai suami yang baik. Oline juga tahu bahwa sampai kapanpun dia tidak akan memenangkan hati Axel dan akhirnya Oline memilih untuk mundur dan pergi dari kehidupan pernikahannya sendiri. Titik lelah sudah hadir dalam hati Oline dan dia merasa bahwa dirinya juga pantas bahagia. Setelah kehilangan Oline yang merupakan sahabat dan juga istrinya sendiri, Axel sadar bahwa cinta sejati bukanlah cinta yang menggebu penuh nafsu, tapi cinta yang berasal dari persahabatan. "Aku akan mundur dari kisah ini. Aku bukanlah pemeran utama dalam hatimu. Aku hanyalah pelengkap dalam kisah kalian. Kamu tidak usah pikirkan status dan apa yang akan terjadi padaku setelah kita berpisah. Aku juga pantas bahagia dan dicintai oleh orang yang mencintaiku. Biarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri. Aku lelah dengan semua ini." - Oline. "Kamu yang selalu setia padaku, bahkan setelah semua sakit yang aku berikan padamu. Kamu selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku. Lalu aku terlambat menyadari semuanya disaat kamu pergi dari hidupku. Hey, sekarang kamu ada dimana? Terlambatkah aku memperjuangkanmu untuk kita kembali bersama? Masih adakah sisa cinta untukku di hatimu? Maafkan aku." -Axel.
All Rights Reserved
#238
sadlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • Istri Cadangan
  • the protektif wedding
  • SYAKILA
  • How Do We End Us?
  • untuk imamku ( End )
  • Remember Me (Completed)
  • [C]✓Bidadari Tengku Hael
  • Distance

Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda

More details
WpActionLinkContent Guidelines