Nadine melanjutkan perjalanannya, disusul laki-laki itu, mereka berjalan berdampingan sekarang.
"Oh ya mau lanjut kemana?" Tanya Dimas.
"Gue mau ke Tanah abang, biasalah lihat-lihat kain sama pernak-pernik, lo mau ikut? Siapa tahu disana ketemu bidadari cantik.."
"Nyari bidadari ngga perlu jauh-jauh ke tanah abang, disini juga ada bidadari cantik." Kata Dimas, melirik gadis yang berada di sebelahnya.
Nadine melihat Dimas dengan kening berkerut heran.
"Gue maksudnya?" Tanyanya.
Dimas menggeleng. "Bukan, tapi si mbo yang lagi jualan pecel." katanya sambil menunjuk mbo penjual pecel yang ada di ujung jalan dengan dagunya.
Nadine mendengus lalu tertawa kecil. Ia melihat si mbo penjual pecel itu sedang melayani seorang pembeli, si mbo itu tersenyum sambil memberikan bungkusan pecel pada si pembeli.
Ia melihat ke samping, Dimas? Laki-laki itu tidak ada disampingnya, kemana dia? Ia menoleh kebelakang dan mendapati laki-laki itu sedang berdiri membidikan kameranya tepat kearahnya.
Ia menghampiri laki-laki itu.
"Kamu potret saya ya?" Tanyanya. "Coba lihat!"
"Sejak kapan kamu bicara kamu saya? Bukan nadine banget.." komentarnya setelah gadis itu mendekat.
"Kan sekarang saya lagi jalan sama seorang Dimas yang formal, serius, dan dewasa jadi harus menyesuaikan.." gurau gadis itu.
Dimas mendengus. "Dasar.." gumamnya disusul senyum tipis.
"Coba lihat hasilnya?" Pinta gadis itu. Kini mereka berdiri sejajar walau gadis itu hanya sepundaknya. Memandangi kamera dslr miliknya.
"Nih, cantik kan?" Ia menunjukan photo si mbo penjual pecel yang duduk di sudut jalan sedang tersenyum memberikan bungkusan pecel pada seorang pembeli dengan latar jembatan penyebrangan, pejalan kaki yang berlalulalang, dan pepohonan yang berderet.
Nadine membulatkan matanya, hasil photo laki-laki itu sungguh bagus. "Wow, ternyata lo emang jago photography ya, bukan ikut-ikutan trend.." komentarnya.
Ia mendengus. "Dasar.."
⚠️ WARNING!!! : YOUNGADULT, 18+
‼️ hars word, smut
.
Tak ingin terlihat gamon karena mantan kekasihnya berselingkuh sampai berpacaran dengan teman sekelasnya sendiri. Letta pun mengaku telah memiliki pacar baru yang tinggal di ibu kota.
Pacar halu yang selama ini Letta pamerkan pada teman-teman SMAnya, saat ini menjadi panitia ospek di kampus yang ia masuki dan sedang berdiri di hadapannya.
Elard Erizton Edsel, adalah cowok yang selama ini fotonya Letta ambil di sosmed dan Letta akui sebagai kekasihnya.
Kebohongan yang Letta lontarkan dahulu, kini harus ia pertanggung jawabkan, karena salah satu temannya waktu SMA juga masuk ke kempus yang sama sepertinya.
"Letta, itu pacar kamu kan?"
.
"Kak El mau nggak jadi pacar Letta?"
"Enggak"
Namun setelah penolakan itu, takdir malah semakin membuat mereka terikat. Hingga akhirnya Elard memutuskan untuk menerima permintaan Letta, menjadi pacarnya.
Walaupun status mereka hanya sebagai pacar bohongan, tapi...
Emang boleh pacarannya bohongan, ciumannya beneran ??
***
Harap berfikir dewasa di cerita dewasa ini 🙏
‼️ FIKSI 100%
Silahkan baca jika suka, jika tidak tinggalkan.
JANGAN PLAGIAT KALAU MASIH PUNYA OTAK 🫵🏻