Our Home [4]
  • Reads 818
  • Votes 51
  • Parts 3
  • Reads 818
  • Votes 51
  • Parts 3
Ongoing, First published Aug 11, 2017
bisa kalian bayangin?
bagaimana rasanya tinggal 1 atap bersama teman teman kalian yang berbeda?
semua itu harus di atasi selagi orang tua tidak ada di rumah ...
apa kalian bisa ngerasain gimana rasanya seorang kakak/ade kalian lebih peduli dengan yang lain ? membagi kasih sayang dengan yang lain? hidup mandiri tanpa orang tua atau pembantu di rumah yang sebesar ini? 
ohh .. tentu tidak 
tapi inilah kita, inilah rumah kami, rumah yg di tempati oleh 8 anak (4 laki laki & 4 perempuan)

Dan berbagai masalah yang harus kita hadapi

*cerita ke EMPAT ku
All Rights Reserved
Sign up to add Our Home [4] to your library and receive updates
or
#163kami
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
Little Dumplings cover
Rafa  cover
Fiction -sungjake✔ cover
Kesayangan Bunda cover
Ziel Alexander Dominic [PDF]✔️ cover
Kisah Tak Sempurna cover
After Graduation cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
The Qonsequences cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.