DIA WAHYUKU 3TH SILAMPart1

DIA WAHYUKU 3TH SILAMPart1

  • WpView
    MGA BUMASA 80
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing10m
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Aug 22, 2017
WpInfo
NON-FICTION
Saat usiaku 12th aku mengenalnya sebagai manusia yg amat cuek, dan ia menyimpan beribu teka-teki. Tetapi entah kenapa saat itu aku sangat dekat padanya, malam itu... Iya, malam itu malam pertama ia kerumahku dan itu pertama kalinya aku bertemu dengannya, hangat dan nyaman rasanya, haripun terus berganti dimana pada waktu malam itu ia menelponku, segala macam cara kami perbincangkan. Namun tiba-tiba hening sejenak dan aku meminta ia untuk bernyanyi 1lagu special untukku, dan ia menyanyikan lagu "Vagetos- Betapa aku mencintaimu" ketika suaranya terus terdengar di telingaku, perlahan air mata pun perlahan mengalir dan entah bagaimana aku bisa merasa nyaman dengan lagu itu. Hari selanjutnya masih terasa special, karena tiada hari tanpa sms darinya yg membuatku semangat. Dan tepat di tanggal 16 tahun 2013 ia menyatakan segalanya, dan akupun menerimanya. Malam itu..malam ke-2 ia mengajakku jalan setelah kami sah berpacaran, sebelumnya ia sempat sms ku dan aku telah berjanji akan menciumnya dan memeluknya ketika kami jalan, namun aku ingkar, aku bukannya memeluknya tetapi aku hanya terdiam. Aku merasa aku belum bisa, karena rasa sayangku padanya saat itu belum sepenuhnya tumbuh. Aku tau dia kecewa tetapi aku yg bersalah aku hanya bisa meratapi kesalahanku, semenjak itu beberapa bulan selanjutnya hubungan ku dengannya sempat renggang, bahkan kata-kata PUTUS tidak pernah terlontarkan dari mulut ku ataupun mulutnya. Aku merasa sepi, harapan yg ku angankan untuk di kemudian hari dengan cepatnya hilang begitu saja. Ku rebahkan badanku di kasur, dimana kasur itulah menjadi saksi dimana setiap malamnya ku merebahkan diriku dengan penuh harapan membaca smsnya dan menerima telfon darinya. Kini ku rebahkan badanku dengan kekosongan, yg ada hanyalah air yg membasahi kasurku, yaitu air mata. Sempat patah harapan dan aku kehilangan semangatku, tetapi setelah aku bosan bersedih, ku angkat diriku dan aku pun berkata "kesedihan ini hanya sesaat, suatu saat aku akan bersamanya kembali".
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The American (BWWM)
  • 𝑻𝒉𝒆 𝑷𝒖𝒓𝒆
  • Word Of Action!βœ”οΈ
  • Dark Judgment
  • Monkey Mayhem (WukongxOcxMacaque)
  • π™ˆπ™” π™ˆπ™Šπ™Šπ™‰π™‡π™„π™‚π™ƒπ™___[ΚŸα΄α΄‹ κœ°α΄€Ι΄κœ°Ιͺα΄„]
  • Vehemence - an Original Quintessential Quintuplets Story
  • The Sadistic Pair (Karma x Reader) - Discontinued
  • Tell Me You Love Me Too

"What?" Ethan says in his all too familiar deep, rude voice. Ethan has pitch-black hair, is 6 feet tall, with a solid build. His deep grey eyes are glaring at me right now. His jawline is so sharp I'm sure it can cut through anything. "You hit me, spilling my coffee all over me," I say, pointing out the obvious. "So, what do you want me to do about it?" he asks, like he's done nothing wrong. "You're supposed to say sorry," I say in a duh tone. "And why should I?" "Because that's what people with manners do." "I know that, but you don't deserve a sorry from me." "Wow. And why is that?" "Because black bitches like you don't deserve it," he says with a sneer. "I have told you times without number to stop calling me that," I say, angry at his insults. "Make me," Ethan says, taking a dangerous step closer. I don't say anything but hiss and walk past him. I don't know why I expected him to apologize. It's Ethan, after all. --------------------------------------------------------------------------------- Ethan is a young male about to get his first degree, he might look normal to the world, but don't we all have our demons inside. Ethan has a problem that he feels hatred is the best way to cure it, but one lady proves him wrong. Adina is a beautiful young girl who is also about to get her first degree at the same university as Ethan. Adina is full of life and dislikes anyone who thinks they can bully her. Ethan is hell-bent on bringing hell down on Adina, and she is determined to shove it up all the way into his ass. They are both opposites, but they say opposites attract one other. What happens when a significant incident changes all that. How do these two different people deal with a feeling that is supposed to be forbidden to feel for each other?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman