Tuhan, Aku Patah.

Tuhan, Aku Patah.

  • WpView
    LECTURAS 5,514
  • WpVote
    Votos 253
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 8, 2018
Jika dapat diungkapkan, mengapa memilih diam? Aku yang bisu, atau kamu yang terlalu beku? Perlu kau tau, cinta tak mungkin diam saja. Kita sama-sama saling mencintai, namun kenapa aku yang terluka sendiri? Perasaan yang datang karena tak terduga, bukan aku yang meminta. Ini tentang aku, kamu, dan luka yang paling sengaja. Tentang rasa sakit yang buatku mengerti bahwa cinta yang tulus adalah tentang bagaimana kita mengikhlaskan dia.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • you again ✔
  • Dalam diam
  • Lies of life
  • Maaf✓
  • KHALILA AND OTHERS
  • CHAGRIN
  • Antagonis
  • Kita Sembuh Bareng?

❛❛Kita bertemu lagi. Lalu aku mulai mencintaimu seperti dulu lagi. Pada akhirnya kamu akan menyakitiku juga seperti dulu, kan? Begitu sederhana, namun dapat terpatri dengan indah di ingatanku. Kamu bukan hanya tentang masa laluku, bukan juga tentang sakit yang harus kurasakan saat itu. Ini tentang hati yang ingin jatuh padamu untuk kedua kalinya, tentang kamu yang entah peduli atau tidak dengan itu, tentang dia yang merebutmu dariku, dan tentang seseorang yang inginkan semua ini tidak terjadi.❞ ilustrasi cr. pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido