We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Things That I [Never] Forgot.

Things That I [Never] Forgot.

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
" Tidak seharusnya aku melupakan hal 'itu' " Kata-kata itu selalu bernaung dalam pikiran gadis itu, Alfira. Gadis yang telah koma selama satu tahun karena kecelakaan parah yang menimpanya. Menangis tanpa sebab tahu kenapa sangat menyakitinya. Apa yang sudah ia lupakan? Semuanya diperjelas dengan sebuah tangan meraih dirinya dengan senyum hangatnya. "Ikuti aku dan semuanya akan jelas." © 2018. P.S: diusahakan update secepatnya❤.Harap dimaklumi jika slow up, Author sedang banyak tugas :".
All Rights Reserved
#388
lost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Antara  [End]
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Alca || Selesai
  • Mencintai Dalam Diam
  • AMERTA : The Last Embrace
  • MEMORIES(END)
  • Between Us √

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines