Altair & Aquila

Altair & Aquila

  • WpView
    Reads 14,649
  • WpVote
    Votes 1,071
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 20, 2020
Luna berpikir, hidupnya tak jauh beda seperti bulan sabit. Redup, sendiri, dan tak utuh. Padahal, jauh dari kehidupannya masih ada yang memiliki kekelaman yang lebih kejam darinya. Luna tidak tahu, ia hanya berpikir. Hanya dirinyalah yang paling menyedihkan di dunia ini. Padahal... tidak. ---- Altair&Aquila Copyright ©2018 Redbluw
All Rights Reserved
#426
bekasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Moonlight [ REVISI ]
  • IF [FIN]
  • QUINZEEA ; Fake Nerd Is Devil (REVISI) #S1
  • Alter ✔
  • Bad Boy In Love (ON RE-PUBLISH PROCESS)
  • If You Know Who I'm [END]
  • HURT [Sudah Terbit]
  • ALFIAN [Completed]
  • B U L A N

#3 werewolf Agustus 2019 #3 werewolf Desember 2019 "Kau tidak bisa menghindari takdir, apa kau masih tidak mengerti bahwa kita terikat?" "Tidak, aku tidak pernah percaya hal semacam itu." "Sampai kapan kau akan menghindari ku? Apa kah aku tidak lebih dari ramalan yang harus kau penuhi?" "Tolong, sekali saja. Apakah aku... Bisa menjadi pilihan mu untuk terakhir kalinya?" • Ada sebuah pepatah yang mengatakan... Jika dunia ini palsu, maka kedamaian tidak akan pernah tercapai atas konflik yang tiada akhir. Tidak ada kebahagiaan dan kedamaian sejati, sampai dunia ini berakhir sepenuhnya. Ketika semesta terancam hancur berkali-kali, mereka yang memijak langit tidak merasa gentar ataupun berbelas kasih mengulur tangan ke bawah demi menolong mereka yang di bumi. Orang-orang menangis, menjerit dan mati tanpa arti seperti layu nya daun dalam kobaran api menyala. Apakah, kutukan keabadian ini tidak akan pernah berakhir? Mereka yang terpilih, adalah orang-orang yang dilahirkan di bumi, namun mampu meraih kekuatan untuk mengguncang langit, dan sekali lagi memeluk dunia daripada para dewa. Mereka hidup, dan terus menunggu hari itu tiba, sekalipun generasi berubah-ubah dan jaman mengikis belas kasihnya... Ini adalah, awal dari mereka yang dunia nya tidak pernah tertidur. © copyrighted by koreniverse, Indonesia. Febuari 7 2019 Dont copy my story, this is real and pure of my imagination. You should know what the risk for plagiarism ;) Plagiat? God of justice are waiting for you Tolong tinggalkan jejak, terimakasih ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines