JANUARI (The Love Story)

JANUARI (The Love Story)

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 18, 2018
Jika saja waktu bisa berputar kembali, yang aku inginkan hanya satu yaitu: aku tidak ingin mengenalmu. Jika saja waktu bisa berputar kembali, yang aku inginkan bukanlah dirimu di hatiku. Jika saja waktu bisa berputar kembali, aku tidak ingin jatuh hati denganmu. Namun, apalah arti itu semua sekarang ini. Waktu tidak dapat berputar kembali ke titik di mana aku dan kamu menjadi dekat. JIka saja manusia memiliki hak untuk memilih hati seseorang, maka aku akan memilihmu sebagai pendampingku. Ku tulis indah namamu di hatiku, karena kau laki-laki yang spesial yang pernah hadir dalam hidupku. Jika kelak ada seseorang yang masuk ke dalam hatiku. Kau akan selalu ada di dalamnya. Karena kau memiliki tempat tersendiri di hati ini sampai kapanpun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • TEOLOGI CINTA
  • Embun Pagi
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Merayakan Kehilangan (Selesai)
  • Keep Being You [Complete✔]
  • Gone Love.-vrene
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • My Mr.gajeman (Lengkap Sudah)

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines