We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menanti Dalam Takdir

Menanti Dalam Takdir

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 1, 2017
WpInfo
Fiction
Social Themes
Cerita ini berisi kisah yang diceritakan secara tuntas di setiap chapternya. Bisa dibilang Short Story. Hanya saja, dibeberapa chapter cerita ini, tokoh utama dalam cerita ada yang sama. Kadang, ada beberapa latar waktu dan tempat yang sama. Tetapi kisah dan permasalahannya tetap berbeda. [×] Ps: Semua berawal dari tugas sekolah saya. Dan saya membuat cerpennya di wattpad ini. Dari pada ini cerita cuma nganggur dan kadaluwasa , jadi lebih baik saya publish aja. Itung-itung menghibur reader dikala gundah aja gitu:v Siapa tau ada yang kecantol sama cerita abstrak ini hehee
All Rights Reserved
#201
keikhlasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Boyfriend
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • Konstelasi Emosi
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • Diary Peri Keceriaan
  • Yang Masih Berdetak

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines