[TLDL] Tortured Long Distance Love

[TLDL] Tortured Long Distance Love

  • WpView
    Reads 643
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 23, 2017
Sherina Aulila Sijabat, aku gak suka di tinggalin. Aku benci sendiri. Apa rasanya kalau kita telah mencintai seseorang dan orang itu malah hendak pergi meninggalkan kita. Pasti sakit. Dan aku gak mau merasakan siksaan itu kelak. Benedict Alexander, aku ninggalin kamu bukan tanpa alasan. Satu hal yang perlu kamu tahu. Aku cinta kamu. Sangat. Peganglah janjiku untuk kembali. Ketika suatu hubungan yang dilakukan berbalut cinta tiba-tiba dipisahkan oleh sebuah takdir. Ujian cinta yang yang harus dilalui dua insan yang saling mencintai. Berbagai macam konflik selalu membanjiri kehidupan. Akankah keduanya mampu melalui masa tersulit bagi hubungannya itu?
All Rights Reserved
#2
benedict
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • LDR
  • ALVINA
  • Bara [REVISI]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • LEITHLEACH
  • Complicated
  • The Fate Of My Life (END)
  • ELANG & ELENA
  • Karena Kamu Rumahnya

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines