ASHÍLLA LÖVE

ASHÍLLA LÖVE

  • WpView
    Reads 1,865
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku Ashilla pokoknya setelah membaca cerita ini kalian deskripsikan aku ya orangnya gimana, tapi jangan bilang aku galak ya. Itu hanya perkenalan untuk galaknya aku ke Axel itu hal biasa maklumin aja haha, Untuk masalah kisah cinta, stop. Aku mundur hehe, aku aja dideketin sama yang namanya Dave bikin hidup aku jadi runyam. Semuanya Change 'berubah' But it's okey I will be alright. Sok jago ya gue? Original work by rozavr (c) 2017
All Rights Reserved
#43
cintadisma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • DEAR LOVE
  • Semua Tentang Kita
  • STRUGGLE (COMPLATED)
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Cold Ceo's Favorite Wife
  • ALESYA (END)
  • Cinta Aneh
  • For You, Only You Always
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines