Hanya dia bidadariku

Hanya dia bidadariku

  • WpView
    Reads 1,234
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing3h 13m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 12, 2017
setiap yang bergelar manusia pastinya mendambakan cinta, namun terkadang cinta manusia itu sangat menyakitkan. Berkali terluka membuatkan Farisha Amirah nekad untuk mengubah segalanya. cinta pertama tidak mungkin dapat dipadamkan, namun tanpa sedar cinta terakhir sudah pun didakap. Aminuddin Khabir. Lelaki kampung yang bercita-cita besar tanpa sengaja mula jatuh cinta pada gadis yang selama ini disangka sahabat. Namun tidak semudah itu dia mendapatkannya, ketika dia mula merasa bahagia, datang Zarel Ikmal dan Izzudin yang menagih kembali cinta Farisha. Athirah pula setia menuntut kata yang di sangka janji oleh Aminuddin. Semuanya menjadi keliru, antara kisah silam dan masa hadapan, antara kasih dan cinta siapakah pemenangnya? mampukah Aminuddin dan Farisha mengecap bahagia dalam kehidupan yang di dambakan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • Dancing with Sadness
  • Jangan Ingkari Janji
  • JAM PASIR
  • Ranjang sahabatku
  • Cinta: Sebuah Prognosis dan Resusitasi
  • KISAH TENTANG PERJALANAN HIDUP
  • ADA SENJA DI TULUNGAGUNG (MILA)
  • My Love in Air
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines