Namanya BAHAGIA

Namanya BAHAGIA

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 9, 2017
"udah lama banget yaa.. banyak yang berubah dari kamu" katanya masih memegang tanganku kuat, akupun menarik tanganku tak kalah kuat. Dia tertawa pelan melihat wajah malu ku, malu apabila bunda melihat, malu apabila ibu melihat, aku akan jadi bual-bualan dirumah karena keluarga ku paling ingat dengan rio teman sekolah dasar yang selalu mengirimkan surat-surat cinta anak kecil untukku. Rio mengajakku pindah duduk ke tempat yang tidak terlalu ramai untuk berbicang-bincang. Banyak hal yang kami bahas, mulai dari masa lalu hingga masa depan, tentang nya, tentangku hingga tentang kami. Sudah lama sekali tidak bercerita senyaman ini, selayaknya kawan lama. "jadi kamu kok bisa kurusan begini? Tinggi banget lagi kaya raksasa kamu eh jadi putih juga" tanyanya sambil memperhatikanku dari atas hingga bawah membuatku risih . "jadi menurut kamu dulu aku gendut? Item?" "iya iyalah, dulukan kamu tuh item ya, gendut lagi, tinggi juga. Serem dah" katanya menggidikkan bahu dan cekikikan. Aku hanya menatap matanya tajam tanpa kata. Memang aku akui dulu aku begitu cuek pada penampilan, sebodo amat dan tomboy banget. Namun setahun belakangan setelah kegagalanku dengan orang yang kuanggap akan menjadi orang terakhir dalam hidupku, orang yang dengan childish nya kuanggap menerima aku apadanya malah mengecewakkanku, dan membuat perubahan begitu banyak dalam diriku. Mulai membenahi diri menjadi wanita "normal" hahaha feminism, belajar anggun, belajar menggunakan hak tinggi , belajar menggunakan rok bahkan make up meski make up natural.
All Rights Reserved
#828
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REVANO UNTUK REVA
  • TENTANG SEPASANG
  • ONLY YOU
  • Teman Rasa ... (?)
  • Raina Maramitha
  • Amor Almira
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Nalalira
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Cahaya [COMPLETED]

Semua orang itu punya masa lalu, baik itu tersimpan sebagai kenangan atau justru rasa sakit yang tak terlupakan. Namun, bagi Revano Giantara masa lalu yang ia rasakan merupakan sebuah kehancuran yang membawanya pada kegelapan tanpa cahaya sedikitpun di dalamnya. Ia tersesat tak tentu arah. Revano tidak memiliki tujuan hidupnya di dunia ini apa? Sampai akhirnya ia bertemu dengan sosok gadis yang menjadi penyelamat hidupnya. Gadis yang menjadi obat atas kesembuhannya dari luka masa lalu, gadis yang berhasil merubah arah pandanganya di dunia ini. "Gak selamanya kehidupan itu isinya hal-hal buruk aja. Tapi, ada hal-hal menyenabgkan yang bisa buat kamu bahagia. Itu semua tergantung cara pandang kamu terhadap dunia seperti apa." "Tujuan kamu hidup untuk apa?" lanjut Reva bertanya. "Gue gak punya tujuan hidup," jawab Revan membuat Reva tertawa. "Kamu aja gak punya tujuan hidup. Terus, kamu udah bilang kalo hidup itu isinya penderitaan?" Revan mernyengit bingung. "Coba kamu cari dulu tujuan hidup kamu itu apa? Percaya deh, setelah kamu udah nemuin tujuan kamu hidup itu untuk apa. Kamu bakal ngerasain hal-hal menyenangkan yang bisa buat kamu bahagia meskipun itu dengan cara sederhana." Revan termenung mendengar perkataan gadis yang duduk di sampingnya itu. Revano Giantara yang tadinya tidak memiliki tujuan hidup. Berubah menjadi, Revano Giantara yang memiliki tujuan hidup di dunia ini. Yaitu, Reva Gissela. Hal-hal menyenangkan yang bisa membuat kita bahagia, yang diucapkan gadis itu kini dirasakan olehnya. Saat berdekatan dengan Reva membuat Revan meraskaan sensasi aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Mengenal Reva, membuat Revan mempunyai keinginan untuk selalu membuat gadis itu bahagia. Revano dan Reva terikat dalam sebuah hubungan asmara selama hampir dua tahun. Hubungan asmara yang membuat siapapun iri, dalam sekejap hancur. Hanya karena satu keegoisan membuat kedua hati itu terluka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines