Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

  • WpView
    Reads 28,311
  • WpVote
    Votes 1,473
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2018
Untuk mengagumi seseorang itu gak gampang.Bahagia dan kecewa yang Tasya alami ketika ia harus mengagumi sesosok bad boy yang bernama Ubayy. Walau bagaimana pun Tasya menunjukkan rasa suka nya pada Ubayy,tetap saja Ubayy tak pernah sekalipun melirik nya,padahal Tasya & Ubayy sekelas,dan pernah belajar di SMP yang sama. BAGAIMANA DENGAN KISAH CINTA TASYA & UBAYY..?? APAKAH TASYA AKAN TERUS MENERUS MENJADI PENGAGUM RAHASIA UBAYY..?? KALO MAU TAU KELANJUTAN CERITA NYA DI BACA AJA YAH:) MAKASIH❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Ambivalen [SEGERA TERBIT]
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • THE FIRST AND LAST LOVE [HIATUS]
  • RafaelClara
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines