Cinta Dan Sahabat

Cinta Dan Sahabat

  • WpView
    Reads 392
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 3, 2018
Sebuah cinta yang membutuhkan sebuah pengorbanan. Tak perduli ia tersakiti dengan ucapan dan sikap kekasih nya yang seakan tak perduli dengan dirinya juga status hubungan nya. Sampai ia benar-benar lelah dengan takdir cinta nya. Bolehkah aku berhenti berjuang saat melihat perjuangan cinta ku hanya sia-sia? Aku mencoba untuk bertahan,namun sebuah rahasia menghancurkan niatku untuk berjuang dan bertahan disisinya. -Nayra Livina Adwinardja Berikan aku satu kesempatan. Aku sadar jika aku sudah jatuh dalam pesonamu. Aku melihat ketulusan cinta dimatamu. Aku mohon. -Darrel Louize Levian
All Rights Reserved
#207
nayra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detik Terakhir
  • Garis Singgung
  • Mahligai Sunyi
  • GEMINTANG HATIKU
  • TRAUMA
  • Unconditional Love
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Relationshit (Completed)
  • TEMAN

"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines