R E M I N I S C E N C E

R E M I N I S C E N C E

  • WpView
    Membaca 27
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 16, 2017
Tergeletak tanpa aturan di bawah sinaran matahari yang tertutup oleh sela-sela dedaunan. Tubuh itu masing-masing mulai bergerak dan bergumam tak jelas. Mereka ada 7 orang, mata mereka mulai terbuka lalu terpancar di wajah mereka saling kebingungan dan mengucap "Ini dimana?", "Pusing" lalu mulailah saling tatap antara satu sama lain. Tampang terkejut dari yang tertidur langsung terduduk hingga puyeng mendadak yang kompak karna sama-sama terbangun ditempat yang aneh bersama orang-orang yang aneh pula. Ditengah hutan entah dimana. Tak ada yang mau memulai pembicaraan, mereka masih saling terkejut dan berbicara pada diri sendiri "Apa ini mimpi?" sambil mengamati sekeliling, tak percaya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#194
hutan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Rahasia Di Balik Kegelapan (Hutan Pembantaian) #TAMAT
  • BOUND : To The Voice Bellow
  • Tinggal Dalam Matahari - Wanita Di Hutan Maioti
  • WOLF
  • Lain Dunia (Tamat)
  • synántisi [Zhanyi]
  • FANTASY FOREST [REVISI]
  • Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️

Mereka bilang, jangan pernah main ke hutan itu saat matahari mulai turun. Bukan karena hewan buas. Bukan juga karena tersesat. Tapi karena... tak semua yang berdiam di sana adalah manusia. Di balik pepohonan yang menjulang dan semak berduri, ada satu rumah kosong. Sudah lama tak ditinggali, katanya. Tapi kadang- lampunya menyala. Tirai bergerak. Dan suara tawa terdengar di malam hari. Warga desa memilih bungkam. Anak-anak yang bertanya dibungkam dengan dongeng-dongeng: "Rumah itu milik orang kaya yang pindah ke luar negeri." "Sudah tak ada apa-apa di sana." "Jangan percaya cerita aneh-aneh." Tapi wajah mereka selalu tegang saat menyebutnya. Dan tak ada satu pun yang berani menjejakkan kaki ke tanah itu. Sampai akhirnya, pada suatu sore, Tujuh anak muda tertawa di antara rerimbun hutan, memainkan petak umpet tanpa tahu batas. Langit mulai redup. Angin berubah dingin. Dan salah satu dari mereka... menghilang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan