Story cover for Nothing like Zero by erqi12
Nothing like Zero
  • WpView
    LECTURAS 601
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 601
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado ago 16, 2017
Aku suka membaca koran koran lawas maupun baru, tapi setelah lama membaca akhirnya, aku menemukan berita yang bermutu dengan judul "Dunia dilanda kekacauan tapi ada penyelamat kita , mari kita lihat bagaimana kisahnya" di headlinenya.

"Akhirnya  setelah mencari-cari sebuah berita , aku menemukan  sebuah  berita yang bermutu."

"Ehhh, mungkin ini berita bermutu tapi tetap saja konyol."

"Sehari setelah peristiwa itu , mereka membuat sebuah koran untuk mencari uang , walaupun mereka tahu bahwa peristiwa itu menyebabkan krisis ekonomi , tapi mereka tetap ingin meraup sebanyak yang mereka bisa."

"Manusia memang selalu membuatku tertawa, hahahaha."
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Nothing like Zero a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#182apocalypse
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
sraddah (on going) de bobleejompyy
13 partes Concluida
mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
"Bukan Agen, Bukan Pahlawan, Cuma Tersesat" cover
Mission? cover
Karangan Ku cover
FUKUSHŪ cover
IN OUR WORLD cover
sraddah (on going) cover
Bukan Pacar cover
"Dia Nakula"  cover
KUMPULAN CERITA LUCU cover

"Bukan Agen, Bukan Pahlawan, Cuma Tersesat"

26 partes Continúa

"Lebih baik gue nyasar ke lab daripada nyasar jadi agen pembunuh di zaman kerajaan."