Esok
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2020
Esok belum tentu takdir akan sebaik hari ini, tapi Cinta kita akan tetap sama seperti hari ini. Baik itu esok, lusa, maupun seterusnya. Cinta telah sampai pada muaranya. Hati sudah menemukan dermaganya. Namun mimpiku belum usai, masih ada hari esok yang membayang. Ada apa? Akan seperti apa? Aku memilihmu bukan tanpa tujuan, bukan tanpa alasan. Aku memilihmu karena semua tinta, semua warna yang akan ku goreskan dihari esok ada disana. Didalam tulus kasihmu, tanpamu aku hanya kertas kosong yang tak berarti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan dan hujan
  • Remaja
  • Pamit (ON GOING)
  • Sekali Lagi (End)
  • SalFlo
  • Love & Tears
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Full Of Scratches

Dulu, aku datang dengan segenap rasa, menawarkan cinta yang tulus adanya. Tapi kau hanya tersenyum samar, dan menutup pintu tanpa berkata. Aku pergi dengan hati yang patah, belajar merelakan, belajar tabah. Kupikir, itulah akhir kisah, bahwa aku hanyalah bayang yang singgah. Namun takdir memang suka bercanda, mempertemukan kita sekali lagi, bukan sebagai aku yang mencintaimu, tapi sebagai aku yang membantumu berdiri. Di saat langkahmu terseok, di saat duniamu runtuh perlahan, akulah tangan yang kau genggam, tanpa kau pinta, tanpa kau duga. Dan perlahan, kulihat caramu menatapku berbeda, tidak lagi sekadar seorang yang pernah menyatakan padamu rasa sukanya, tapi seseorang yang kini menggetarkan hatimu, yang tanpa kau sadari telah mengisi ruang kosong di jiwamu. Kini kau yang meragu, bertanya apakah aku masih punya rasa, tapi aku hanya tersenyum, karena cinta sejati tak pernah meminta balasan. Mungkin aku pernah mencintaimu lebih dulu, tapi kini, biarkan takdir yang menentukan, apakah kau datang untuk menetap, atau hanya untuk merasakan apa yang dulu kau abaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines