Story cover for cheaters by mamimiuri
cheaters
  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Aug 17, 2017
Sekolah, sebuah tempat di mana orang menuntut ilmu. Meski terkadang, beralih fungsi sebagai ajang kompetisi antar siswa. Dengan adanya pembagian peringkat, yang pintar tambah melambung dan yang bodoh makin tenggelam.

Mereka terpaksa belajar untuk mendapat nilai terbaik. Namun,  mereka lupa akan tujuan utama mereka, yaitu untuk "mengerti". Karena belajar tanpa mengerti itu, layaknya makan tanpa dicerna.

Mereka berlomba lomba agar bisa masuk sekolah favorit, untuk mempermudah mendapatkan pekerjaan kelak. Seolah olah kompetisi masih terus berlanjut.

Apakah manusia sedangkal itu?
hidup hanya untuk terus berkompetisi?.
Jawabannya TIDAK .

Sartre mengatakan "manusia dikutuk untuk bebas". Namun kenapa kita tidak mengubah kata "dikutuk" itu jadi "diberkati"?.

Disinilah mereka, akan menceritakan kisah betapa berharganya kebebasan itu.
All Rights Reserved
Sign up to add cheaters to your library and receive updates
or
#158thriler
Content Guidelines
You may also like
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
ARSYA: My Naughty Boyfriend (END) by rara_sg6781
43 parts Complete
Samuel Argantara, pria yang dikenal sebagai pentolan sekolah. Seorang brandalan Arga ternyata ia juga salah satu murid pintar di sekolahnya. Bukan hanya menjadi ketua geng motor, Arga juga aktif di bidang basket dan osis. Pria yang dikenal dengan sifat cuek dan dinginnya. Arga juga merupakan anak broken home. Ia memutuskan untuk hidup mandiri setelah orangtuanya resmi bercerai. Di balik kenakalannya, Arga ternyata banyak menyimpan luka di hatinya. Hingga akhirnya, seorang gadis cantik, polos dan lugu mampu mengobati luka-luka dihati pria itu. Gadis itu juga berhasil meluluhkan hati seorang Argantara. Mau tau ceritanya, silahkan dibaca! - "T-tolong j-jangan lakukan itu." Ucap Asya dengan suara bergetar. "Lo gak mau gue ngelakuin itu?" "Mudah." "Lo hanya perlu menuruti semua perintah gue kalo ayah lo gak mau dipecat dari perusahaan bokap gue." Sambungnya dengan suara bariton khasnya. "Kalo lo berani membantah, ayah lo yang jadi taruhannya." Ancam pria itu dengan tatapan tajamnya. "Tapi, kalo lo menuruti perintah gue. Lo dan ayah lo akan aman. Ayah lo gak akan dipecat dari perusahaan bokap gue dan lo gak akan ada orang yang berani membully lo lagi." "Bagaimana tawaran saya, Hasya Auristela." Ucap Arga mengeluarkan senyum smirknya. - Rank: #1 kisahpercintaan (15 Okt 2023) #1 keluargacemara (17 Nov 2023) #10 teenfiction (11 Nov 2023) #15 fiksi (18 Nov 2023) #13 posesif (29 Nov 2023) #13 badboy (03 Des 2023) #13 sma (05 Des 2023) #27 cinta (29 Nov 2023) #24 bucin (01 Des 2023) #12 gengmotor (01 Des 2023) #19 remaja (03 Des 2023) #9 bullying (05 Des 2023) #17 remaja (07 Des 2023) #8 badboy (07 Des 2023) #4 bullying (07 Des 2023) #1 bullying (09 Des 2023) #14 remaja (09 Des 2023) #5 dingin (09 Des 2023) #5 bullying (16 Des 2023)
You may also like
Slide 1 of 8
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
All In: Taketori Institute cover
Moncake : Widehope Massacre cover
THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL  cover
ARSYA: My Naughty Boyfriend (END) cover
Backharat - The Foxies' Voices (Proses Terbit) cover
Deadly Intellect(SOLVE THE PUZZLE)  cover
Berandalan cover

Fractured Cheerfulness (On Going)

24 parts Ongoing

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?