Hendy
  • WpView
    Reads 1,199
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
Hendy pria berkacamata yang super panikan. Satu hal yang dia punya. Mungkin ini suatu hal baik, namun buruk. Dia tidak pernah merasakan apa arti pacaran. Hingga pada saat memasuki masa SMA. ia bertemu dengan cewek, Farisa Sherly. Nalurinya mulai tumbuh untuk mendekat dengan cewek itu.Alhasil, yang ia dapatkan bukan hubungan spesial melainkan menjadi tempat curhat sekaligus teman. Apakah Hendy mampu menjatuhkan Farisa di pelukannya? Atau akan menjadi sahabat untuk selamanya? Hendy "Gue hanya mau, Risa senang kok. Udah itu aja," Farisa "Hendy, jangan pernah lari dari gue. Meskipun seberapa banyak salah gue. Gue hanya takut, jika gue sudah tak berarti lagi di dunia"
All Rights Reserved
#596
firststory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • Teori Hati
  • I Give You Flower
  • Rifaldino (PREQUEL IPA & IPS) [TAMAT]
  • vrai sentiment
  • Love Maze
  • When In Bali (SUDAH CETAK)
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Just Friends✔

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines