Sajak Hembus

Sajak Hembus

  • WpView
    LECTURAS 921
  • WpVote
    Votos 70
  • WpPart
    Partes 51
WpMetadataReadConcluida mié, feb 9, 2022
WpInfo
Poesía
Hembus Oleh; Ahmad Dahri Masih tak seletih dulu, Ketika terbit matahari perbudakan dari tetangga Masih tak sepenat dulu, Ketika harus mengernyitkan dahi untuk menyuarakan kebebasan Masih tak sesusah dulu, Ketika harus berlari-lari sembunyi di rerimbunan semak-semak, walau akhirnya masuk jua ke lubang buaya Masih tak seberat dulu, Ketika harus bersuara menyatukan emosi dalam warna yang berbeda Namun sekarang angin sudah tak memihak lagi Ketika perjuangan benar-benar di hati dan di pundak mereka Kini hanya berada dalam sekumpulan kertas-kertas proposal yang dibungkus map-map berjalan, serta lobi-lobi slengek-an Warna-warna yang beragam itu menjadi senjata tersakti untuk mengelabuhi atau hanya untuk bermain-main, agar mereka tampak simpati dan empati Kadang toa-toa hanya berisi gaungan-gaungan berisik yang congkah, namun nyatanya hilang jua Sirna dibawa hembusan angin rerimbunan map-map hukum kejaksaan, Dan entah harus menghibur diri seperti apa Jika sirkus-sirkus sudah terbiasa sejak dulu menghampiri benak-banak manusia Di depan mata, di gendang telinga, bahkan di kerumunan nama-nama. Jambangan, 2017
Todos los derechos reservados
#461
indah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Takdir cinta DARA (Completed)
  • GILANG FALLS [COMPLETED]✔️
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • Cinta Berbalut Puisi
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Ketos Is My Hubby  [COMPLETED]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • About Secret Admirer #Wattys2017
  • GILANG

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido