Quotes Islami

Quotes Islami

  • WpView
    LECTURAS 348,287
  • WpVote
    Votos 10,414
  • WpPart
    Partes 75
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 4, 2017
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Bismillaah... (karena semuanya harus di awali dengan membaca basmallah biar barokah :D) Mencoba untuk membuat karya yang (semoga) berfaedah. Karena hakikatnya kita hidup bukan hanya untuk bergalau-galau ria saja. Tulisan ini adalah nasehat untuk diri sendiri dan kalian semua para pembaca yang budiman. *uhuk Semoga bermanfaat :) 👉 Update random karena kesibukan kuliah 😂 👉 Boleh di copast 👉 Di larang BAwa PERasaan, kalo BAwa PERubahan tidak apa 😆 Kalau kalian suka boleh dong di vote dan komen :)) Nggak juga gapapa, nggak maksa kok. Aye gasuka maksa anak orang wkwk ✌✌
Todos los derechos reservados
#659
random
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Afwan Yaa Alfathunnisa [End]
  • Rintik Rindu
  • Tulisan
  • Menanti dalam istiqomah
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Bawa Perubahan
  • Reminder Hijrah
  • Notes of Healing
  • Pengetuk Senja
  • Don't Be Sad Allah Is With Us

📢 [Rampung, Tamat, End] 📝 Belum Revisi ➡️ Cerita Pertama Blurb: Arul Haidar Al-Qousy. Pria frustasi yang membunuh dirinya sendiri secara perlahan dengan terus-terusan merokok dan meminum minuman bersoda. Sang Kakek yang tak tahan melihat kegilaan cucunya lantas mengirim Arul ke pondok pesantren. Di sana, Arul tanpa sengaja bertemu dengan Almeera Hasna Alfathunnisa. Seorang santri putri yang mengajarinya tentang dua prinsip Jawa dalam mensyukuri hidup, 'memayu hayuning bawana' dan 'urip kuwi urup.' 'Witing tresna jalaran saka kulina.' Mereka yang memiliki hobi yang sama, membuat mereka sering berjumpa. Lalu kebiasaan itu menumbuhkan gejolak cinta di antara keduanya. Namun sayang, ketika benih cinta di antara keduanya telah mengakar kuat dalam inti jiwa, Sang Maha Cinta lantas menguji. Ketika Sang Kiai pondok pesantren sakit, Arul mengetahui fakta bahwa Nisa ternyata adalah seorang kaum ningrat pesantren, Nisa adalah putri tunggal kianya. Sang Kiai yang takut akan masa depan pondok pesantren pun, lantas menjodohkan Nisa dengan salah satu Gus ningrat pesantren pula. Lalu, bagaimanakah sikap Arul dalam menghadapi fakta itu? Apakah ia akan mundur perlahan karena merasa tak pantas? Ataukah ia akan tetap memperjuangkan cintanya? Sekalipun, ia masih jauh dari kata Imam Masa Depan. In syaa Allah dilengkapi dengan: 📎Puisi 📎Wawasan keislaman 📎Serba-serbi Bahasa Jawa Mugi bombong ing penggalih panjenengan 😇 History Rank : #1 in cinta (19/06/2021) #2 in remaja (19/06/2021) #2 in pesantren (19/06/2021) #4 in islami (19/06/2021) #5 in poetry (21/06/2021) #6 in quotes (20/06/2021) Komentar mereka tentang Afwan Yaa Alfathunnisa ada di dalam chapter 😊

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido