Diagonal
  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 16, 2019
"Aku bukan pembunuh!" Wajahnya merah padam, tangannya mengepal kuat. "Fariz.." lelaki yang lebih besar menanggapi. "Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu saat kepala temanmu sendiri kau penggal dan dijadikan bola?" Ucap lelaki itu. Ya, Rio memiliki adik yang bisa dibilang "istimewa" mainannya bukan lagi motor, game, bola ataupun mainan lelaki seusianya. Fariz selalu bermain dengan pisau, gunting, cutter, darah, manusia dan mayat. Paras mereka tampan. Memikat para gadis bukanlah hal sulit bagi kedua orang ini. Ralat. Maksudku, memikat mangsa bukanlah hal sulit bagi mereka. Ini kisah Rio yang mempunyai adik "istimewa" ---- A/N Biasakan vote sebelum membaca. Pastikan kamu tidak jijik dengan pembunuhan. Tidak semua part mengandung pembunuhan.
All Rights Reserved
#41
otak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Shadow in the Lab
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Defiant [END]
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines