Diagonal
  • WpView
    LECTURES 249
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., févr. 16, 2019
"Aku bukan pembunuh!" Wajahnya merah padam, tangannya mengepal kuat. "Fariz.." lelaki yang lebih besar menanggapi. "Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu saat kepala temanmu sendiri kau penggal dan dijadikan bola?" Ucap lelaki itu. Ya, Rio memiliki adik yang bisa dibilang "istimewa" mainannya bukan lagi motor, game, bola ataupun mainan lelaki seusianya. Fariz selalu bermain dengan pisau, gunting, cutter, darah, manusia dan mayat. Paras mereka tampan. Memikat para gadis bukanlah hal sulit bagi kedua orang ini. Ralat. Maksudku, memikat mangsa bukanlah hal sulit bagi mereka. Ini kisah Rio yang mempunyai adik "istimewa" ---- A/N Biasakan vote sebelum membaca. Pastikan kamu tidak jijik dengan pembunuhan. Tidak semua part mengandung pembunuhan.
Tous Droits Réservés
#977
psikopat
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • STORY PSIKOPAT BOYFRIEND
  • The Cursed Classroom ( Tamat )
  • [COMPLETED] Curse of the Suicide Game
  • BENANG MERAH
  • MISSION IN SCHOOL 2 [END]
  • Taper : Another Story (SELESAI)
  • BATAS KEMATIAN
  • OUR FAMILY - TNF [END]

Sreeeeetttttttt..............mayat dengan keadaan kepala hampir putus itu pun diseret menuju ruangan khusus berbasis seperti museum khusus mayat. Didalam ruangan tersebut terdapat berbagai jenis senjata yang digunakan untuk membunuh mangsanya.Dan juga ada berbagai jenis mayat yang sudah dimutilasi. Darah yang terdapat di sepanjang koridor menuju keruangan khusus itu mengeluarkan bau yang busuk dan anyir.Tapi bagi sang pembunuh itu suatu hal yang layak dinikmati ia tampak tak terganggu sedikit pun akan bau tersebut. "Pemandangan yang sungguh membahagiakan"kata sang pembunuh. Diruangan tersebut ada beberapa kepala yang sengaja dipajang dengan digantungkan diloteng laksana lampu hiasan dan berbagai jenis organ-organ tubuh dalam serta tangan dan jari-jari yang di pajang di sebuah telase bening bak berlian. "Sungguh kenikmatan yang hakiki"ucap sang pembunuh.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu