"Aku bukan pembunuh!" Wajahnya merah padam, tangannya mengepal kuat.
"Fariz.." lelaki yang lebih besar menanggapi.
"Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu saat kepala temanmu sendiri kau penggal dan dijadikan bola?" Ucap lelaki itu.
Ya, Rio memiliki adik yang bisa dibilang "istimewa" mainannya bukan lagi motor, game, bola ataupun mainan lelaki seusianya. Fariz selalu bermain dengan pisau, gunting, cutter, darah, manusia dan mayat.
Paras mereka tampan. Memikat para gadis bukanlah hal sulit bagi kedua orang ini. Ralat. Maksudku, memikat mangsa bukanlah hal sulit bagi mereka.
Ini kisah Rio yang mempunyai adik "istimewa"
----
A/N
Biasakan vote sebelum membaca. Pastikan kamu tidak jijik dengan pembunuhan. Tidak semua part mengandung pembunuhan.