No Bad
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 8, 2017
Sendainya waktu itu gue gak ngirim chat itu, semua nya gak mungkin jadi gini. Itu adalah hal paling bodoh yg pernah gue lakuin seumur hidup gue, ditambah lagi dengan sifatnya yg sekarang berbeda 180° dari smp. mungkinkah gue yg emang gak begitu tau dia? atau emang dia berubah? Semoga semuanya akan baik-baik saja, walau gue tau gak akan ada yg baik-baik aja. -Amellista zeroex. Gue gak pernah berubah mel asal lo tau aja, karena ini bukan cerita yg dimana gue punya kembaran. bukan, ini bukan cerita seperti itu. Ini tentang lo dan gue. Tentang gue yg kenapa waktu itu gak peka sama lo. bukan, sebenernya gue tau tentang lo, sangat. Tapi saat itu gue gak bisa ungkapin sama lo karna belum saat nya lo tau semua hal tetang gue. -ferriox bourite
All Rights Reserved
#45
something
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • My Bad Ify
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • Bahagia Ku Dikala Senja
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Melody Arthadiesa
  • Mencintai dalam diam (end)

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines