Ideals Of The Past

Ideals Of The Past

  • WpView
    Reads 339
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2020
Ideals Of The Past Mungkin sekarang kau telah melupakanku, tetapiku tetap mengingatmu. Mungkin kau sekarang membenciku, tetapiku tetap mencintaimu. Sekarang, semua yang pernahku lalui bersamamu adalah kenangan. Kenangan tentang hal-hal sepele yang bisa membuatku tegar hingga saat ini. Inilah kisahku tentang seorang pria yang pernah mengisi hari-hariku dengan canda-tawa. "Jika waktu bisa diputar, ku memilih tidak merubah apapun agar kamu tetap menjadi orang yang istimewah di hidupku"
All Rights Reserved
#119
tomboygirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Me & Bad Boy✔
  • THE NINTH
  • diary blue
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • The Rainy Nights (END)
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • INTO HIS WORLD

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines