Back to School

Back to School

  • WpView
    Reads 404
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 7, 2017
Ryan berusia sekitar 35 tahun. Ia seorang laki laki yang hidup sendiri tanpa memiliki teman ataupun kekasih. Bahkan pekerjaan yang ia miliki tak dapat menjamin kehidupannya sendiri. Dalam kehidupan yang sulit dan serba menyebalkan itu, suatu saat ia bertemu dengan seorang wanita kaya dan cantik yang berusia sekitar 20 tahun. Ia jatuh cinta. Tapi bagaimana ia bisa mendekati wanita cantik itu sementara kehidupan dia sendiri hancur seperti itu? Suatu malam ia menolong seorang nenek yang sedang kesusahan. Nenek itu berterima kasih dan mengatakan akan mengabulkan satu permintaan Ryan. Hampir tak percaya dan sambil tertawa Ryan meminta kepada nenek itu. Apa permintaan Ryan dan Lalu apa yang terjadi selanjutnya?
All Rights Reserved
#21
advance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • Mr.Arrogant ( Selesai )
  • Little Lady [END]
  • Beyond The Darkness
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • THE S*X TAPE
  • The Last Goodbye
  • Behind Your Smiles (END)
  • Aku Tak Bisa Mendengar Penyesalanmu
  • RAYENDRA

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines