My Hard Life

My Hard Life

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 20, 2017
Hidupku yang semula damai menjadi begitu rumit pasca ibuku menikah dengan seorang taipan kaya pemilik bar terkenal di Amerika. Hidup yang kujalani setiap hari kian perih, aku ingin mati rasanya, namun aku tak bisa menghabisi nyawaku dengan sia-sia. Aku ingin pergi, tetapi seakan tak ada celah untuk kulewati. Aku bosan dengan semua ini... Aku bosan melayani mereka... Aku bosan mengangkang demi kepuasan penis sialan mereka... Tolong aku Tuhan! ______________________________________ CERITA MENGANDUNG UNSUR DEWASA 21++ HARAP KALIAN BIJAK DALAM MEMBACA! HAPPY READING!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Side Bianca 18++
  • Istri Cadangan
  • WEDDING VOWS
  • My Husband Is a Boss
  • My Husband Is a Boss [COLD DEVIL #4]
  • Behind Your Smiles (END)
  • Honor In Vengeance (END) ✅
  • A Vow Of Hate [ END ]

Kerasnya kehidupan kota seperti tidak memberikan pilihan pada seorang gadis bernama Bianca N Illeana untuk dapat bertahan seorang diri. Workaholic ini merasa bahwa seorang perempuan tidak membutuhkan laki2 dalam kehidupannya. Keberadaan Sellen, sahabat sekaligus patner kerjanya benar-benar sangat membantu. Sayang, kali ini dia salah memilih bala bantuan. Adalah Abbias Van Damaresh. Laki2 blasteran Spanyol yang kemudian menjadi pemicu sisi lain dari seorang Bianca. *** "Siapa kamu!" Tanya Bianca tersadar. "Apa masih penting. Bukankah kita sudah menghabiskan malam bersama" "Aaaaaaaa!" Teriak Bianca frustasi. "Tidak2, ini cuma mimpi" "Kenapa? Menyesal?" "Oh Shit!, Ini bukan mimpi" Umpatnya saat mendapati ada rasa yang aneh dibagian bawahnya. "Apa yang kamu lakukan. Ah ya Tuhan!" Dia memohon, semoga ini hanya perasannya saja. "Kamu menggodaku. Apa dayaku" "Astagaaa... Pasti aku mabuk. Ah, ck aaahhh!" Bianca segera bangkit dan mencari pakaiannya lalu mengenakannya. "Kenapa kamu minum jika tidak terbiasa?" "Diam. Ah sial" dia terus mengomel. "Kamu tidak memintaku tanggung jawab" tanyanya lagi. "Jangan bilang kamu?" Tanya Bianca terpaku. Dan tidak perlu dijawab saat mata lelaki itu mengarahkan matanya pada noda merah di ranjang putih hotel. "Sial! Oh Mike, maafkan aku" lemahnya merasa bersalah. "Maaf, aku tidak bisa menahan diri, kau terlalu banyak menggodaku" "Diam kau Sialan. Lupakan semua ini. Ingat. Jangan cari aku. Sial sial siallll!" Kesal Bianca lalu keluar. "Wanita aneh" *** Mohon maaf ya readers Explicit scene sudah unpublish. Jdi silahkan berimajinasi masing2. 😁 Warning!!! Typo bertebaran, Minta maaf dulu sebelum tertangkap basah ? Harap maklum ? Masih pemula belajar nulis. Murni imajinasi, so saling menghargai dan no copy yak guys.... Bagaimana cara kita menghargai orng lain adalah brntuk kita menghargai diri sendiri. ?? --------------------0000000--------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines