We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
secangkir kenangan

secangkir kenangan

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 20, 2017
WpInfo
Non-Fiction
ini adalah malam tanpa senyum, tanpa tawa, tetapi juga tanpa duka dan air mata. ini adalah malam tawar tanpa rasa. kopi yang sedari tadi kuseduh namun belum juga kucicipi. sebungkus rokok yang terus berkurang sebatang demi sebatang. aku menatap tembok putih dihadapanku seolah aku bisa melihat apa yang tersembunyi bahkan hingga berkilo-kilo meter di baliknya. mencoba mengintip sesosok tubuh yang kurindukan hangat peluknya. entah sedang apa dia saat ini. entah bagaimana perasaannya saat ini. beberapa orang selalu berkata, bahwa dua hati yang telah bertaut meski terpisah oleh raga dan jarak, akan tetap merasakan hal yang sama. benarkah pendapat orang-orang tersebut? meski aku meragukannya namun untuk kali ini aku mencoba untuk percaya, sekedar sebagai hiburan bagi diriku yang berharap bahwa saat ini kami sedang merasakan rindu yang sama. tepat pukul 04.00 dini hari dan mata ini belum juga hendak terpejam. entah ini adalah tanda bahwa normalitas tubuhku (yang menurut sebagian orang adalah kondisi abnormal) telah kembali? atau mungkin saja ini hanya sekedar sebuah perlawanan yang dilakukan oleh rindu terhadap kantuk. sejenak kupalingkan pandangan, menoleh kearah tumpukan buku-buku tebal. mulai dari buku kuliah hingga novel yang isinya sedikitpun belum menyentuh pemahamanku. lalu keheningan pun kembali menyeruak. kuhirup sejenak aroma kopi yang mulai mendingin. seteguk besar lalu menyusul membasahi kerongkongan. meninggalkan berbagai macam sensasi rasa dilidahku. berlabuh dalam lambung dan memancing asam lambung untuk keluar menggerogoti perutku. kubakar lagi sebatang rokok. untuk menggatikan batang rokok sebelumnya yang habis bukan oleh hisapanku. kuteguk sekali lagi kopi yang saat ini telah dingin. berharap caffein didalamnya memompa darah lebih banyak ke kepalaku agar kantuk tetap berada dititik terjauh dari malamku ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kita
  • Terjebak Nostalgia
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • ngger adalah vandyku
  • Married By Accident
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • THIS YOU!!?
  • AKU

Aku memang sangat mencintai mu bahkan dengan setulus hati, tapi kini aku terlalu kecewa dan sakit pada mu. Cinta tulus yg ku punya hanya bertepuk sebelah tangan,kau mempermainkan ku bahkan Kau kau juga menjadikan ku bahan taruhan mu... Apa mencintaimu harus sesakit ini....

More details
WpActionLinkContent Guidelines