Kisah Pena

Kisah Pena

  • WpView
    Reads 689
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 23, 2018
WpInfo
Poetry
Terkadang goresan pena mampu membuat hati seolah bercakap ria. Sendiri, sepi, tenang, terlebih saat kubaca senja, ku eja hujan, dan saat rindu menerpa, penaku terangkat oleh jemari. Dan saat itu penaku beraksi dengan ikhlas, sambil berdialog dengan otak dan hati, maka bersatulah huruf menjadi kata, lalu menjadi kalimat. Dan ini.. adalah kisah penaku. Selamat membaca^^ Maafkan aku hanya penulis amatiran
All Rights Reserved
#133
indonesiamembaca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Message From الله
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • ALONE
  • After My Prayed
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • KHALISA🖤
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • DEARWA [END]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines