Sembilan Puluh Menit dan Hujan (Tamat)

Sembilan Puluh Menit dan Hujan (Tamat)

  • WpView
    Reads 656
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 22, 2017
Janji tetap janji. Hujan turun mengiringi doa-doa. Andai dosamu sebanyak itu. Masih sanggupkah engkau menunda? . . . Cerita pendek religi. Selamat meresapi makna!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Behind the Silence
  • Jodoh Kedua (END)
  • BROKEN INSIDE
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Hujan di Malam Hari
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Tertulis Dalam Doa
  • Cerita Pendek - Separuh Hati

"Hujan itu cuma membawa petaka, bencana, dan kesialan!" "Hujan itu membawa ketenangan dan kebahagiaan. Kau hanya perlu menikmatinya." - - - Rintik hujan yang turun membasahi bumi membawa begitu banyak cerita dengan penuh kenangan. Kenangan itu ada yang berupa kenangan baik dan ada pula kenangan yang buruk. Seseorang begitu membenci hujan karena hujan selalu membawa kenangan buruk baginya. Tapi ada pula yang sangat menyukai hujan, karena hujan selalu membawa kebahagiaan baginya. - - - Cerita ini tentang dua orang remaja yang bertolak belakang. Si pembenci hujan, dan si pecinta hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines