The Fault

The Fault

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2017
"Kewajibanku untuk melukaimu. Tapi... Aku tak bisa melukaimu." Pistol itu saksi atas semuanya. Pistol itu yang hanya diam, dan menunggu keputusan mereka berdua. "Kenapa takdir kita seperti ini?" "Mungkin ini yang terbaik untuk kita. Tapi dengarkan aku baik baik.. Ingatlah bahwa AKU MENYUKAIMU dan selalu MENYUKAIMU" Kenapa harus pistol? Kenapa tidak seikat bunga Mawar? Kenapa tidak sebuah boneka? Kenapa tidak Kasih sayang? Kenapa harus sebuah pistol?????!!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • The Problem Love
  • »Blank Space»(Done!)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • POISONED LOVE
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • Cinta Beda Kasta
  • Villain Also Has A Reason [END]

Aku takkan menyalahkan takdir bila memang harus berpisah, Aku hanya membenci hari hari setelahnya. Berharap menemukan senyuman itu di ladang yang tandus, kering dan sunyi. Seperti itulah gambaran perasaan seorang ayah, Disaat hakim memutuskan untuk mensetujui perceraian. KARMA! Jika memang karma,aku baru saja memulai kisah. Bukankah tuhan membenci sebuah perceraian? Lalu apa ini sebuah takdir untukku? Optimisku masih positif, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kata berpisah. Rasa optimisku menuntunku untuk bertemu pilihan tuhan, dengan hadirnya dia yang mampu mengubur masalaluku tapi tidak untuk menemani hari tuaku. Benci tanpa kata iklas, sudah merasuk dalam hati. Mengambil alih susunan memori kenangan agar tak terlintas dalam benak. ~Seseorang tidak Terlahir untuk Jadi Pemimpin Namun Keadaan yang Memilihnya~ ~Ketika Cinta Menjadi Nyata,Dia akan Menemukan Jalannya Sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines