The Fault

The Fault

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Kewajibanku untuk melukaimu. Tapi... Aku tak bisa melukaimu." Pistol itu saksi atas semuanya. Pistol itu yang hanya diam, dan menunggu keputusan mereka berdua. "Kenapa takdir kita seperti ini?" "Mungkin ini yang terbaik untuk kita. Tapi dengarkan aku baik baik.. Ingatlah bahwa AKU MENYUKAIMU dan selalu MENYUKAIMU" Kenapa harus pistol? Kenapa tidak seikat bunga Mawar? Kenapa tidak sebuah boneka? Kenapa tidak Kasih sayang? Kenapa harus sebuah pistol?????!!!!
All Rights Reserved
#559
detektif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • POISONED LOVE
  • »Blank Space»(Done!)
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • Cinta Beda Kasta
  • You Are My Wish || ✔️
  • Villain Also Has A Reason [END]

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines