The Things We Lost in Sunset

The Things We Lost in Sunset

  • WpView
    Reads 3,076
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 17, 2018
Argha Oxdavyarrizal; melankolis, bulan, dan siapa saja yang terlanjur tergelam dengan tatapannya, akan terkena kutukan cinta. Chihaya Archietya; sanguinis, matahari, dan siapa saja yang terlanjur jatuh akan parasnya, akan menyesali akan hal itu. Berawal dari kesialan Chi, yang berhasil membuat seseorang yang diluar jangkauannya mengetahui rahasia terbesarnya. Berawal dari kelalaian Ao, yang berhasil menemukan potongan puzzlenya yang telah lama mehilang. Ini tentang mereka, berbeda dunia, berbeda aliran, berbeda morfologi. dapat disatukan oleh status, dan lingkup senja yang tidak memunyai ujung. Highest rank : #1 in sunset ((21.05.18))
All Rights Reserved
#49
trianglelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imperfection : Fight to be fine
  • ASKARA (END) TERBIT✔️
  • Unforgettable [Completed]
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Semenjana (END) / Sudah pindah ke aplikasi DREAME/INNOVEL)
  • Senja Dalam Ingatan [Completed] [Sudah Terbit]
  • ALZADAISY[End]
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • Back To You
  • Shena Aquella {SELESAI}.

#BBS [Bastard Belati Series] #1 •Imperfection 2• ______________________________________ Mulai saat ini Cahaya tahu hidupnya tak lagi sama. Bersama Racquelle, Leo seakan lupa pada apa yang pernah terjadi dengannya dan Cahaya. Leo kembali dengan sifat berengseknya. Baik Leo dan Cahaya sama-sama bertingkah seolah saling tak mengenal satu sama lain. Hingga sesuatu tak terduga terjadi kepada keduanya. Mereka belajar untuk berjuang melawan luka dan derita yang bersarang di dada mereka. Mereka belajar melawan ego mereka masing-masing demi berdamai dengan luka. Lalu, akankah mereka mendapatkan kebahagian mereka setelahnya? _________________________________ © Copyright 2019 By Ran. *** Nggak ada bentuk toleransi untuk seorang plagiat. Tidak memaklumi segala tindak plagiarisme. Karena author bikin cerita nggak mudah. Harus meras otak supaya dapat imajinasi. Jadi, dibanding harus merugikan orang lain lebih baik tak usah buat cerita. Sesimpel itu. Berkaryalah dengan otakmu sendiri. Pergunakan otak dengan benar agar tidak sekadar jadi pajangan dalam kepala. Dibanding rusuh, pelagiat lebih baik menjauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines