You Can Call Me Your Destiny

You Can Call Me Your Destiny

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tidak mengerti, kenapa dia harus datang lagi ke dalam kehidupanku. Seseorang yang aku harapkan mati terkubur dalam-dalam bersama memori buruk di otakku. Malah muncul ke permukaan dan siap membalas menguburku hidup-hidup. Tidak. Aku sudah hancur dulu. Sekarang aku tidak mau hancur lagi karena si Ivan brengsek Shafforostov. Tidak. Tidak lagi. -Skylar M Johnson- Boleh aku ulangi perkenalan kita? Lagi? Let me introduce myself, again. My name is Ivan Fucking Shafforostov. But, You can call me, Your Destiny. -Ivan A Shafforostov-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Future (new version)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Mellifluous
  • My Hero Academia: Male reader
  • The Dark Life [COMPLETED]
  • HEI, BODYGUARD! (A Secret) ✔
  • married with EX (OPEN PO)
  • TRAPPED BY ERLANG'S LOVE
  • Marriage With Mr. Actor (The End)

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee

More details
WpActionLinkContent Guidelines