Rafaulme

Rafaulme

  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2020
Terlibat dalam sesuatu hal yang membosankan itu sangatlah menyebalkan! Tipe orang seperti raquel hanya bergaul dengan buku dan suara radio dari ponsel nya saja! Hanya itu dan kini dia harus menghabiskan hari-hari nya dengan kebisingan..! Cowok berandal? Astaga dia REFAN..! Orang yang selalu dihindari olehnya karena diri nya sangat membenci tipe orang yang berwujud seperti dia. "EH! Kalo lo mau jadi preman untuk apa lo sekolah? Mending lo ada di pasar atau di lampu merah dan lo bisa jadi preman disana! Gue heran sama lo hal sepele aja lo besarin gini-" Raquel mengumpulkan keberaniannya, orang di depan nya ini bukan orang yang mudah untuk di hadapi. "Kalau lo mau ceramah percuma deh gue bukan remaja masjid yang selalu absen dengerin ceramah dari pak ustadz! Oh iya gue kagum sama lo akhirnya ada yang bisa angkat suara dan berteriak merasuki telinga gue. Karena lo udah berani, gue kurangi 15 persen dari apa yang akan lo dapet nanti. Jadi lo tunggu aja sesuatu yang menakjubkan yang akan lo terima" Refan menyentuh lembut hidung Raquel, Ia tersenyum hina. Lalu pergi begitu saja meninggalkan wanita itu. "Mhhhhhmm" Raquel terlihat kikuk, ia terdiam kaku Title : Rafaulme - 라풀미 Penulis : A Genre : Teenfiction
All Rights Reserved
#151
tampan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Crazy Neighbor (Completed)
  • BERANDAL KEPINCUT UKHTI
  • My Husband| mpreg [Bxb] Terbit
  • KAREEN IS A BAD GIRL
  • AIRIS
  • Berandalan [BL lokal]
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Denial
  • Agva! Selesai!
  • ETERNITY [END✓]

Cerita dewasa 18+ WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Revan menghela napasnya gusar. Lelaki itu memilih duduk di teras rumah dan mengselonjorkan kaki nya. "Om? Nih buat Om" Revan menatap permen lolipop di depannya dan menatap si pemberi permen tersebut. "makasih" Ucap Revan mengambil lolipop tersebut. "Om sedih ya disuruh keluar negeri?" Tanya Gaby yang ikut duduk di dekat revan. Gaby dengar semuanya saat Bunda Revan mengomeli lelaki itu. "Bukan cil" balas Revan sendu. "Terus apa?" "Saya sedih karena ayam saya meninggal" Ucap Lelaki itu melahap lolipop nya. Jujur saja dia tidak sedih di pindahkan di luar negeri, dirinya malah senang bisa melihat bule tiap hari. "Om gak punya uang buat beli ayam ya? Caranya dapat uang biar bisa beli ayam lagi gimana?" Tanya Gaby. "Kamu mau bantu saya biar bisa beli ayam?" Tanya revan menaikkan sebelah alisnya. "Mau!, caranya gimana?" Tanya Gaby balik. "Ayok ngelonte" Balas Revan. "Ngelonte itu apa?" Revan memutarkan bola matanya malas "Ngelonte itu dapat duit, bisa bikin tetek kamu gede juga, kamu mau gak?" Tanya Revan. "Mau!" Mendengar jawaban Gaby, langsung saja Revan menggendong bocah tersebut ala karung beras. Gaby teringat jika belum minta izin maka dari itu gadis itu teriak agar Mamahnya yang sedang menyapu mendengar suaranya. "Mah! Aku izin mau pergi sama Om Revan!" Teriak Gaby. "Kemana!" Balas Mamahnya teriak. "Ngelonte Mah!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines