ANGELINA CARTER

ANGELINA CARTER

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 25, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Dia..seseorang yang sudah memberikan aku kebahagiaan tapi yang juga memberikan aku kesedihan dan kesakitan yang sangat mendalam. Seakan-akan hubungan yang selama ini sudah kami bangun sejak lama tidak akan bertahan hanya karena satu masalah. Jarak..itulah masalah dalam hubungan kami selama ini. Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja, sebelum kami mengetahui bahwa jarak yang akan kami lalui akan semakin jauh hingga membuat hubungan kami kandas, seakan jarak itu lebih besar dari cinta yang sudah kami beri dan dapatkan selama ini. Dan setelah itu, dia, seseorang yang kucintai itu pergi, hilang dari kehidupanku dan tiba-tiba akan kembali membawa kabar seakan-akan diantara kami tidak ada masalah yang terjadi. Terus begitu sampai pada suatu saat dimana dia benar-benar pergi dan hilang dari kehidupanku. Dengan hilangnya dia bukan berarti perasaan aku juga akan hilang. Aku masih tetap berharap dia akan kembali. Aku akan menunggu. Menunggu adalah hal yang paling kutakuti, tetapi bila dengan menunggu aku bisa memilikimu kembali, aku rela. -DILARANG KERAS UNTUK MEMPLAGIAT CERITA INI-
All Rights Reserved
#639
heartbreak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Aksara dan Kata
  • You Are Still The Winner
  • My Precious Love
  • Bad Boy In Love [COMPLETED]
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • You're Here, But Not For Me
  • Cahaya Dirimu

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines