Hi Beby!

Hi Beby!

  • WpView
    Reads 33,506
  • WpVote
    Votes 973
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2020
Beby hamil? Bahkan Beby yang mengetahui perubahan kondisi tubuhnya pun tidak menyangka jika ternyata ada janin dalam tubuhnya. Ia hampir saja putus asa, di tengah posisinya yang masih duduk di bangku SMA, bagaimana bisa ia menanggung kemungkinan buruk yang akan terjadi atas kehamilannya? Sebisa mungkin Beby menyembunyikan kehamilannya. Bermula dari keberaniannya mengungkap kebenaran, hidup Beby serasa diteror dari segala sisi. Lalu siapa cowok yang harus bertanggung jawab atas kehidupan di rahim Beby? Aska, cowok degil yang memendam dendam terhadap Beby, masih satu kelas dengan Beby? David, guru muda yang menyukai Beby? Atau Rolan, cowok misterius yang pernah dijumpai Beby?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan ZONK!
  • Bad Girl Reputation
  • End My Story [Complete]
  • Davidson || END
  • GASA [end]
  • DISA | broken
  • Ice prince vs bad girls ( Sudah Terbit)
  • Essentialy Love (SELESAI)

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

More details
WpActionLinkContent Guidelines