غلاف قصة IMPOSSIBLE بقلم putriamanda33
IMPOSSIBLE
  • WpView
    مقروء 96
  • WpVote
    صوت 25
  • WpPart
    أجزاء 6
  • WpView
    مقروء 96
  • WpVote
    صوت 25
  • WpPart
    أجزاء 6
مستمرّة، تم نشرها في أغسـ ٢٣, ٢٠١٧
ini akun baru aku,akun lama sudah gk digunakan lagi,jdi aku update cerita impossible disini.


raya hanya tersenyum miris saat mendengar dafa mengucapkan "I love you" kepada rani dengan sangat bersemangat ,sangking bersemangatnya dafa mengulang hingga dua kali mengucapkan "I love you " kepada rani.


keesokan harinya juwi bertanya kepada raya.
"ya,lo dengar gk dafa bilang 'I love you' ke rani?.


"iya,gue dengar kok"jawab raya sambil tersenyum kecut. 


"dia semangat banget loh ya pas ngucapinnya!".

"iya,emang semangat banget ngucapinnya,sampe bilang dua kali kan 'I Love You' ke rani?".


"iya ya!"jawab juwi 


tak lama bel peringatan bahwa jam pelajaran akan segera dimulai pun berbunyi. 


"ju,gue kembali ketempat gue dulu yah"ucap raya. 


"iyaaa"sahut juwi.


raya sebenarnya sudah lama mempunyai firasat bahwa dafa mempunyai perasaan lebih ke rani,tapi ia coba untuk menepis firasatnya tersebut,tapi lama kelamaan ia tidak bisa menepis lagi firasatnya tentang dafa yg mempunyai perasaan lebih ke rani,namun seiring berjalannya waktu raya semakin yakin bahwa dafa memang mempunyai perasaan lebih ke rani,raya dapat melihat itu dari gerak gerik dafa selama ini.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف IMPOSSIBLE إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Don't Talk About Money بقلم catheryn99
55 أجزاء مكتمِلة
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Raga Arga  [Sudah Terbit] بقلم aksara_jiwa
54 أجزاء مكتمِلة
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.