Story cover for Mengeja Senja by Milistyara
Mengeja Senja
  • WpView
    LECTURAS 42,104
  • WpVote
    Votos 1,678
  • WpPart
    Partes 64
  • WpView
    LECTURAS 42,104
  • WpVote
    Votos 1,678
  • WpPart
    Partes 64
Concluida, Has publicado ago 23, 2017
( LENGKAP ) TELAH TERBIT


#29 dalam poetry ( 11/10/17 )

Kumpulan puisi cinta dan persahabatan. Di sini kamu juga bisa berbalas puisi dengan autor. Sebagian karya merupakan kolaborasi dua penyair. Sebagian yang lain adalah isi pikiran autor.

Selamat membaca,
Sebagian telah di unpublish,, bagi yang berkenan memesan buku puisi MENGEJA SENJA silakan hubungi penerbit Ellunarpublisher.
Atau hubungi di 082324699949
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Mengeja Senja a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#227katahati
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT] de author_project
32 partes Concluida
"Kamu adalah Senja dan aku adalah Langit. Senja tak akan kehilangan langitnya, namun bisa saja langit kehilangan senjanya. Sama seperti kamu yang tidak akan pernah kehilangan aku, tapi bisa saja aku kehilangan kamu." -Arena Cassandra Aditama "Mungkin Senja akan hilang dari langitnya, tapi dia tak akan benar-benar pergi dan tak kembali. Dia tau caranya untuk kembali kepada langitnya dan menemaninya di ufuk barat." -Geofarma Albara Kisah sang Senja dan Langit tak akan selalu bersih seperti langit tanpa awan. Mungkin bukan krikil namun hanya awan halus yang menyelimuti Senja. Sama seperti kisah sepasang anak manusia berikut ini. *** Anna, sapaan akrab Arena Cassandra anak PMR yang entah bagaimana ceritanya bisa menjadi Vokalis Band di sekolahnya. Hingga bertemu dengan sang Gitaris populer di sekolahnya. Bagaimana jadinya jika si cuek Senja berubah menjadi manis kepada Langitnya? *** Dilain sisi lain, Anna si gadis manis, yang takan pernah dikira sesih dalam hatinya, nyatanya dia adalah orang yang menyimpan masalahnya sendiri. Ayah tirinya yang belum bisa menerimanya sebagai anak dari istrinya, dan selalu mengabaikannya, membuat Anna berasumsi bahwa ayah tirinya membenci dirinya. Dan rasa sayang dari ibunya yang mulai terbagi setelah kelahiran adiknya, membuatnya merasa sedih dan tertekan. Bagaimana kisah sang Langit selanjutnya? Bagaimana kisah sang Langit bertahan saat awan gelap menyelimutinya? A story by: Halcyon
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT] cover
AFORISME cover
Langit Milik Senja (End) cover
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
Langit Yang Tak Lagi Biru cover
ALTAR RASA | END ✓ | cover
TENTANG RASA cover
Never Be The Same cover

SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]

32 partes Concluida

"Kamu adalah Senja dan aku adalah Langit. Senja tak akan kehilangan langitnya, namun bisa saja langit kehilangan senjanya. Sama seperti kamu yang tidak akan pernah kehilangan aku, tapi bisa saja aku kehilangan kamu." -Arena Cassandra Aditama "Mungkin Senja akan hilang dari langitnya, tapi dia tak akan benar-benar pergi dan tak kembali. Dia tau caranya untuk kembali kepada langitnya dan menemaninya di ufuk barat." -Geofarma Albara Kisah sang Senja dan Langit tak akan selalu bersih seperti langit tanpa awan. Mungkin bukan krikil namun hanya awan halus yang menyelimuti Senja. Sama seperti kisah sepasang anak manusia berikut ini. *** Anna, sapaan akrab Arena Cassandra anak PMR yang entah bagaimana ceritanya bisa menjadi Vokalis Band di sekolahnya. Hingga bertemu dengan sang Gitaris populer di sekolahnya. Bagaimana jadinya jika si cuek Senja berubah menjadi manis kepada Langitnya? *** Dilain sisi lain, Anna si gadis manis, yang takan pernah dikira sesih dalam hatinya, nyatanya dia adalah orang yang menyimpan masalahnya sendiri. Ayah tirinya yang belum bisa menerimanya sebagai anak dari istrinya, dan selalu mengabaikannya, membuat Anna berasumsi bahwa ayah tirinya membenci dirinya. Dan rasa sayang dari ibunya yang mulai terbagi setelah kelahiran adiknya, membuatnya merasa sedih dan tertekan. Bagaimana kisah sang Langit selanjutnya? Bagaimana kisah sang Langit bertahan saat awan gelap menyelimutinya? A story by: Halcyon