Larrisa

Larrisa

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 8, 2018
" Mereka pelarian." Dua kata itu yang akhirnya keluar dari mulutnya. " Pelarian ? " Ulang ku. " Aku bosen ditolak mulu sama kamu. Silvi, Aleta, Maya, Cella, Rumi dan lainnya. Nggak pernah benar-benar ada disini." Ia memegang dadanya. " Ini milikmu, dan dari dulu dan sampai sekarang, tak ada satu perempuan lain pun yang menggantikan." Deg. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut ku, tak tahan dalam suasana yang terlalu canggung, Alfian mengeluarkan tawanya. " Serius amat sih La." Tangannya mengacak rambut ku hingga aku sedikit menguarkan senyuman.
All Rights Reserved
#21
larissa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mine [SELESAI] ✔
  • No Longer Mate
  • [END] Blind Rainbow
  • ALTERIO
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Bahagia & Luka (END)
  • ALEXON [END]
  • Into You [TAMAT]

PART MASIH LENGKAP. Kelas sudah sepi sekarang,karna bel pulang telah bunyi lima menit yang lalu.Hanya tinggal Kanaya dan Rayan yang ada di kelas,karna sabil pergi lebih dulu bersama pacarnya itu. Rayan membalikkan badannya,sekarang Rayan dan Kanaya duduk berhadapan. "Hai" sapa Rayan pada Kanaya memecah keheningan. Kanaya hanya melihatnya sekilas lalu kembali membenahi tasnya. "Lo mau pulang bareng gue?" lanjut Rayan bertanya kepada Kanaya. "Maaf gue dijemput sama ayah gue" sahut Kanaya ketus.Seraya berjalan keluar kelas meninggalkan Rayan sendirian. Rayan tau kalau Kanaya akan bersikap seperti itu padanya.Kanaya di kelas sangat pendiam terkecuali jika sabil sedang bersamanya,Kanaya menjadi lebih cerewet. "Will you be mine Kanaya Afinda?" tanya Rayan kepada Kanaya sebelum sampai keluar kelas. Kanaya sontak menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Rayan tajam. "Maksud lo apa ngomong gitu!?" sahut Kanaya dengan nada sedikit tinggi. "Maksud gue,lo jadi milik gue mulai hari ini" "Apaansi seenaknya aja lo kalo ngo-" "Gaada penolakan,dan hari ini juga lo bakal pulang bareng gue.titik." ucap Rayan menyela perkataan kanaya. *** ATTENTION! CERITA INI BELUM PERNAH DIREVISI,JADI MOHON DIMAKLUMI JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN DI DALAMNYA. SEMUANYA MURNI KARANGAN PENULIS,JADI TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK SIAPAPUN MENCOPPY CERITA INI. ---------------------------------------------------------------------- Author bakalan ngajak kalian kesel,ketawa dan tegang berjamaah.Tapi kalo kalian gak ngerasain apa apa ya berarti kurang feelnya di cerita ini.Maklum authornya amatiran,ehe. Tertarik? Silahkan baca ya:) But,buat kalian yang punya selera humor tinggi,ini bukan tempat kalian.Karena humor authornya sendiri pun retceh sangadd:') Sankyu -------- Copyright©April2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines