Larrisa

Larrisa

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 8, 2018
" Mereka pelarian." Dua kata itu yang akhirnya keluar dari mulutnya. " Pelarian ? " Ulang ku. " Aku bosen ditolak mulu sama kamu. Silvi, Aleta, Maya, Cella, Rumi dan lainnya. Nggak pernah benar-benar ada disini." Ia memegang dadanya. " Ini milikmu, dan dari dulu dan sampai sekarang, tak ada satu perempuan lain pun yang menggantikan." Deg. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut ku, tak tahan dalam suasana yang terlalu canggung, Alfian mengeluarkan tawanya. " Serius amat sih La." Tangannya mengacak rambut ku hingga aku sedikit menguarkan senyuman.
All Rights Reserved
#5
larissa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • ALRIN
  • Alkenio
  • ALTERIO
  • Into You [TAMAT]
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • ALEXON [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Bahagia & Luka (END)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines