Yesterday and Today

Yesterday and Today

  • WpView
    Reads 1,482
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 20, 2018
Ketika sudah meraih gelar sarjana, Ferry datang jauh-jauh dari Edinburgh ke Taichung untuk memenuhi janjinya mencari Stella. Ferry berhasil menemui Stella, meski gadis itu dalam kondisi depresi. Mengingat Stella pernah membantunya dalam masa-masa sulitnya, Ferry berusaha keras menolong Stella, meski ditentang oleh keluarga Stella. Photo credit by Daniel Jones.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say Bye
  • Waktu Yang Salah
  • Before Happily Ever After
  • [FF-Peraya] Christmas Eve
  • 7 Dusta Musim Panas Bersamamu
  • Anchored In You
  •  Ex  (Completed)
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • Dijual Cepat Tanpa Perantara
  • He Was My First Love
Say Bye

Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam. Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti. Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan? "Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku kembali." *Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+

More details
WpActionLinkContent Guidelines