A Voice of Eyes

A Voice of Eyes

  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 24, 2017
"Mungkin ruang adalah masalahnya. Layaknya jendela, kau berada di sisi lainku, begitu aku sebaliknya . Kita saling menatap, bercakap melewati mata, karena jendela tak dapat mengartikan kata dari mulut yang berbicara" -Hannah Aulia Rahma Cerita tentang laki - laki yang aku sukai, tentang mata sayu itu, tentang semua perasaanku yang disampakan oleh mata.
All Rights Reserved
#169
siswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hai masa lalu.
  • Friends or Lovers?
  • BE A RAINBOW
  • Rasa Tanpa Kata
  • Baazigar (Tamat)
  • My Priority
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • BARA & NARA

"Kamu menjadi bagian dalam perjalanan kehidupanku yang dikirimkan tuhan untuk ku. Untuk mengenal bahwa cinta ga selamanya soal memiliki." -Key "Mandi!" teriak cowo itu. Mata kami kembali bertemu satu sama lain. "Ini untuk yang kesekian kalinya kamu nyuruh aku mandi! Aku kan udah mandi kenapa lagi coba?" cewe itu membela diri. "Bau tau!" cowo itu kembali teriak. Tangannya mulai menutup hidung seolah ada bau yang tidak sedap yang menusuk hidungnya. (mei 2018)

More details
WpActionLinkContent Guidelines