Hope Of Love

Hope Of Love

  • WpView
    Membaca 658
  • WpVote
    Vote 77
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 2, 2019
"Karena aku selalu berharap, kamu bisa membalas rasa sayang dan cintaku padamu. Dan aku takkan membiarkan kamu pergi dari hidupku, kecuali maut yang memisahkan kita berdua" -ALDY ADITYA "Bukan aku ingin menyalahkan cinta, tapi aku sudah muak dengan yang namanya patah hati" -ALONA DEVANIA ***** Ini cerita pertamaku,,, maaf kalau ceritanya kurang bagus dan menarik,,,kalau mau ngasih masukan silahkan komen👍. Judulnya aku ganti yah, karena yang kemarin kayanya terlalu panjang, makasih. Nursyiafaw Tiaafrisa
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • The First, Not the Last
  • As Time Allows
  • Devilicya [END]
  • AMERTA : The Last Embrace
  • SalFlo
  • LOVE OF THE PAST
  • Aku Takut Dicintai
  • SHAVIRA
  • My Eternal Moon [ End ✔️]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan