Sore dan Kenangan

Sore dan Kenangan

  • WpView
    Leituras 9,954
  • WpVote
    Votos 264
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 2, 2019
"karena luka selalu punya cara membuat air mata jatuh" Aisya adalah murid yang cukup populer karena keberhasilannya meraih juara 2 dalam olimpiade matematika tingkat provinsi. Pada suatu waktu,sekolahnya mengadakan sebuah pentas seni yang mendekatkannya dengan seseorang yang telah mengisi hatinya beberapa bulan belakangan ini. Seseorang yang juga membuatnya bisa lupa dengan masalalu nya serta mampu membuatnya jatuh cinta lagi. Tetapi disisi lain, banyak rintangan yang harus ia hadapi dalam kisah percintaannya. Apakah Aisya mampu memperjuangkan cintanya? atau hanya berakhir sakit hati?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Just You [COMPLETED]
  • VIA-AMARA
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Promise
  • Unmyoung❤ [On Going]
  • East sky first love
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo