We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
symphony

symphony

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya mata yang tak sanggup menahan air mata. Hanya telinga yg tak mampu mendengar. Hanya mulut yg tak mampu berkata. Hanya tubuh yg tak mampu bergerak. Hanya hati yang terlajur perih. Hanya malam yg gelap. Hanya suasana yg semu. Dan hanya aku yg sangat merindukan dia. wahai engkau, kapan rindu ini lenyap? "Aku mencintainya. Bagaimana pandangan orang lain itu urusan nanti, karna yang punya rasa ini berhubungan antara aku dan kamu" Dandy membisu. "Apakah itu benar? Semua kata yang keluar dari mulut Nadien?" hanya pertanyaan itu yang terus memenuhi pikirannya. Dandy amat tak percaya bahwa peryataan cinta itu keluar dari mulut adik kelasnya, Nadien. Apa yang akan terjadi ketika cinta dan benci terlanjur bersatu? ketika rindu dan waktu tak ingin berdamai? "Katakan padanya, semua rasa yang berhubungan dengan cinta aku atas namakan nama dia" Nadien berpesan kepada sahabatnya itu. Ia amat percaya bahwa sahabatnya akan selalu membatu dan setia kepadanya, karna itulah yang selalu Nadien lakukan, kapan dan dimana saja. "Serahkan semua kepadaku termasuk segalanya" "Hah? Apa?" "Ah tidak, nikmati saja liburan mu" "Baik. Terima kasih Zi"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Disguise... [END]
  • If It's You
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • CINTA ITU INDAH YA?
  • My Diary
  • Cinta dalam Diam(End)
  • F dan Z  ( and )

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

More details
WpActionLinkContent Guidelines