AIDS
  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 10, 2017
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Tuhan, inikah yang engkau sebut keadilan?, saat dimana aku membutuhkan orang orang disampingku datang dan menemaniku menghadapi penyakit yang bahkan aku tak tahu penyebabnya, malah pergi meninggalkanku. Tuhan, Aku ingin kau cabut saja nyawaku, agar semua penderitaanku ini berhenti, tetapi entah mengapa engkau tak melakukannya?, ataukah ada maksud dari semua ini Tuhan?. Tuhan, seandainya kau tidak memberiku rasa solidaritas antar sesama manusia, pasti aku masih baik baik saja. Entah apa juga yang merasukiku hinggah mau melakukan hal yang kini membuatku sangat menderita. Tetapi tenang Tuhan, Aku tahu engkau punya maksud atas semua yang telah kau timpahkan kepadaku. Aku bersumpah atas engkau Tuhan, Aku kan balaskan dendam ini kepada semua orang, agar mereka semua tahu betapa menderitanya Aku.
All Rights Reserved
#9
aids
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful & Broken
  • Till I Meet You
  • laut Tolong Bawa Aku Pulang
  • PELIPUR LARA CH2 (END)
  • Beloved | Sudah Terbit
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Diantara Luka
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Rainie ( END )

"Gue hidup di atas tumpukan kebohongan dan tubuh yang membusuk. Ga ada yang tersisa di sini." Tujuh tahun berlalu, kini ia hidup sebagai Kala Fujikiri. Predator dunia yang bergerak hanya untuk satu tujuan, membalas dendam atas pembantaian keluarganya. Bagi Kala, hidupnya sudah berakhir di usia sepuluh tahun. Ia tidak butuh diselamatkan. Hingga ia menatap sepasang mata Nala Sakurajima. Gadis rapuh yang menyembunyikan nerakanya sendiri di balik tatapan kosong. Rencananya sempurna, hatinya telah mati rasa. Namun, pertahanannya goyah ketika Nala hadir dalam hidupnya. Melindunginya, berarti membuka kembali luka lama yang tak pernah mengering. Membiarkannya pergi, berarti kehilangan satu-satunya cahaya yang menyinari kegelapannya. Bisakah dua jiwa yang sama-sama hancur ini saling menyembuhkan? Atau mereka justru akan saling menyeret ke jurang yang lebih dalam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines