The Longest Ride

The Longest Ride

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 26, 2017
The Longest Ride [Perjalanan Panjang] Bagiku hidup adalah tentang bagaimana kita menyikapi segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Cerdas? Bukan karena dia ahli dalam bidang matematika, tapi cerdas adalah bagaimana dia bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di hidupnya. "Hidup ini pusing ya kalo dipikirin?" Tanyaku. "Bagi gua sih engga" "Ko gitu?" "Karena setiap gua mikirin tentang hidup ini, ya cuma lo yang gua pikirin" "bisa ajaaa" "Gitu doang jawabnya? Ga respond apa gitu yang romantis juga?" "Ga semua perasaan bisa di deskripsikan dengan jelas, kadang rasanya sulit nyari kata apa yang pas buat menggambarkan perasaan gua saat ini sama lo" Lalu dia tersenyum. Malam ini aku duduk bersamanya di hamparan rumput sebuah taman di komplek perumahan Northen Park. Dengan gitar dipangkuannya aku bernyanyi bersamanya. Lagu yang menjelaskan tentang perasaan aku untuknya. Aku bisa melihat jari - jarinya memetik gitar begitu handal hingga menimbulkan nada yang memecahkan heningnya malam. "I wanna be yours" ucapnya Dan aku menjawab "Yeah me too" Malam ini terukir senyum tulus di wajah keduanya. Dalam benak keduanya bertanya - tanya. Akankah hal terindah ini akan berakhir? Oh Lord, i don't want to stop.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Guard Your Hearts
  • Aerilyn
  • Karena Kamu Rumahnya
  • ALSHA
  • Stres In Life
  • dimana janji tersebut
  • VAGALDARA [TERBIT]

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines