Lika-liku Pengantin Mahasiswa

Lika-liku Pengantin Mahasiswa

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2019
"Jodohmu adalah cermin dirimu. Jadilah sosok yang istimewa agar dapat merefleksikan kebaikanmu pada jodohmu." *** Sepenggal kalimat itu mungkin bisa menjadi satu kesimpulan dalam panjangnya perjalanan menapaki langkah suci menuju gerbang pernikahan. Sudah lima buah hati yang kumiliki saat ini. Oh tidak, harusnya enam tepatnya. Namun, si tengah Maghfur harus kurelakan kembali pada Allah dalam usia lima bulan di kandungan. Tali pusatnya terpilin. Sehingga ia tak mendapat masukan oksigen dan makanan. Sudah ketetapan Allah ia harus meninggal di dalam kandungan. Ikhlas. Pasrah. Tahun 2004 lalu aku memutuskan untuk menikah. Sebuah keputusan yang tak mudah bagi seorang mahasiswa semesterq empat di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Ibu kota. Hanya berbekal niat yang kuat untuk menyempurnakan agama. Ada berjuta makna hidup yang tersingkap. Rahasia penciptaan jenis manusia yang berbeda, tugas dan peran seorang laki-laki dan perempuan dalam ikatan suci, hingga memahami pemikiran dan perasaan yang selalu mengundang tanya terhadap diriku dan dia. Mengecap pernikahan di masa muda menjadi suatu petualangan suka dan duka dalam labirin-labirin kehidupan yang nyata dan akhirnya dapat menggenggam bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Okay, We're Married on July
  • Love Till Jannah [END]
  • May I Love You?
  • Anugrah Azizah
  • Pancarona Larissa [TAMAT-LENGKAP]
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Kalam Cinta Pak Tentara (Sudah Terbit)
  • BUKAN PUALAM ~ Apakah Ini Surga?
  • Mr. D [ Kisah Nyata KKN ]
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️

Aku tidak pernah merasa seputus asa ini sepanjang 29 tahun hidupku. Mungkin ini adalah alasan Tuhan menciptakan manusia bernama Mauren Tedjasukmana. You know, katanya apapun yang Tuhan ciptakan itu tidak ada yang sia-sia, semua punya tujuan. Bahkan masalah percintaanku tidak pernah membuatku se-hopeless ini. Tapi masalah pendidikan di negeri +62 yang menjadi concern hidupku belakangan ini, benar-benar menguras habis energiku. Apakah lebih baik aku menyerah saja? Atau apakah aku perlu percaya bahwa sekecil apapun perubahan yang kita buat, pasti selalu ada impact-nya. *** She asked me first, "Will you merry me?" And I replied, "Are you crazy?" Dia perempuan yang sejak kecil bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin ia wujudkan. Dia bercerita pada seseorang yang bahkan tidak berani bermimpi. Oh bukan tidak berani, tapi memang tidak punya ambisi dalam hidup. It's me. Let it flow. Tapi saat dia bilang ingin menjadi istriku, aku seperti terseret dalam dunia mimpi. Dengan dia, aku menemukan mimpi yang ingin aku gapai. *** Please be wise! Mengandung topik sensitif.

More details
WpActionLinkContent Guidelines