Kata-Kata Mutiara Omar Series

Kata-Kata Mutiara Omar Series

  • WpView
    Lectures 1,738
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 14, 2018
WpInfo
Poésie
Pernah nonton Omar Series di bulan Ramadhan? Di MNCTV itu lho. Serial dengan 30 episode itu diproduksi oleh MBC berdasarkan pada sejarah kehidupan khalifah ke 2, siapa lagi bukan Umar ibn Khattab? Di buku ini, saya akan post kata-kata mutiara yang saya dapat dari serial ini. Semoga dapat menginspirasi kita dan menjadikan diri kita labih baik, seperti Umar pasca memeluk islam. Oh, iya. Bagi kalian yang belum pernah nonton dan ingiiiin banget nonton, bisa download kok. Cari aja di browser kalian. Sekian.
Tous Droits Réservés
#5
khalifah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • PORTRAIT ☑
  • Ar Rahman: Mahar Terindah
  • My Husband Is a Muallaf (On Going menuju End)
  • Kekasih Halalku [Sudah DiRevisi] ✓
  • Ana Uhibbuka Fillah 2
  • Alam Beda Satu Tujuan [SELESAI]
  • Cinta Bertasbih
  • Kisah Para Khalifah
  • I LOVE MIMA (Lurah Family)
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU

Peniel mendekat, ia memegang kedua bahu kecil Zahra dan menyiratkan penuh tanda tanya,"kau baik-baik saja? Zahra, apa kau marah karena kameramu?". Tak ada balasan, gadis itu hanya tertunduk dan terisak,"Zahra, katakan padaku, ada apa? Hmm?" Kasar, Zahra menepis lelaki itu,"aku tidak baik-baik saja! Ini sangat sakit... semuanya semakin menyakitkan... kupikir... kupikir... jika mengabaikannya akan baik-baik saja tapi bukannya menghilang justru semakin dalam..." dia menangis keras di depan Peniel, ucapan yang terdengar seperti curahan hati dan penuh kekesalan itu membuat Peniel tertunduk. "Nado..." dia kemudian mendongakkan kepala dan menajamkam matanya,"setiap hari aku tersiksa karena merindukanmu. Aku ingin berkata jika menyukaimu tapi... aku hanya dapat diam karena perbedaan kita. Aku selalu ingin tahu apa yang kau makan, bagaimana tidurmu, dan apa kau bahagia setiap waktu..." Selangkah lebih maju, dia kembali memegang kedua pundak Zahra,"ma'af... tapi aku menyukaimu. Jangan memintaku menjauh," Saya: iya, Bang. Dedek gakkan' menjauh...." peluk Peniel. 😂😂😂 itu bahasa saya. Gimana menurut ceritanya? Bwhahaaaa liat aja sendiri. Bhaks!!! Wkwkwwk....

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu