PROBLOVE
  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 11, 2017
Ketika disuruh menjemput keponakan Om Ben di bandara , Dio , Aga ,Nathan dan Stevan nggak pernah mengira bakal berkenalan dengan cewek super dingin seperti Nana . Meski mereka berempat dikenal sebagai cowok idola di sekolah , ternyata reputasi itu sama sekali nggak berpengaruh terhadap Nana Sikap dingin Nana sempat membuat Dio kesal . Aga juga semakin penasaran pada cewek itu . Dan , ketika akhirnya masa lalu Nana terkuak , kedua cowok itu mulai bersimpati dan menaruh hati pada Nana . Namun ,siapa yang berhasil mencairkan sikap dingin Nana dan merebut hati gadis itu???... Dan jangan lupa vote dan coment ya maaf kalo ada typo bertebaran karena,,aku baru pemula..😊😊 Cerita ini diambil dari novel Not Until karya Violita kalau ada yang minat silahkan baca...ya di jamin bikin baper..😊
All Rights Reserved
#4
stevan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Natrium dan Klorida
  • JANUARGHA
  • I Love You √
  • Stay with Me
  • Queen Bee Vs Bad Boy (2023 Ver.)
  • Key'vin [COMPLETED] ✅
  • Dear Selebgram and Dear Cold Boy [COMPLETED]
  • Cool Boy vs Cool Girl
  • ADA CINTA DI MARCHING BAND
  • Viona & Viola

"Nana berusaha menggenggam mawar dari Angga terlalu erat" Lirih Nana mengucapkan kalimat itu, "Sampai durinya melukai Nana begitu dalam". Sebait analogi kecil tercipta, menggambarkan dengan jelas apa yang terjadi di hati Nana. Angga tetap bungkam. Sakit. Perih. Ia tahu ia sedang melukai hati Nana. Hati yang tulus mencintainya. "Nana-" Gadis itu lagi-lagi terisak. "Apa Angga bukan lagi untuk Nana seorang?" Ah kalimat itu. Hati Angga ditikam sangat dalam. Pertanyaan itu tak mampu ia jawab. Lidahnya kelu. "Apa ada hati yang lain?" Nana bertanya lagi. Iya. Ada. Maafin Angga. Angga membatin. Ia tak sanggup lagi melukai Nana lebih dalam. Hatinya harus memilih. "Mawarnya ngga mau melukai Nana lagi. Mawarnya harus pergi" Jawab Angga lirih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines